Thursday, March 25, 2010

Lia Aminuddin, Pemimpin Komunitas Eden

Penjara Tidak Mengubah Keyakinannya Sebagai Imam Mahdi

Sang pemimpin Komunitas Eden memang telah bebas dari bui, namun kegiatannya masih saja berjalan seperti biasa. Para pengikutnya tetap menganggap Lia Aminuddin sebagai penyampai wahyu dari Malaikat Jibril Ruhul Qudus. Mereka pun masih mempercayai keyakinannya bahwa Lia merupakan titisan Maryam, ibu Nabi Isa yang membawa wahyu dari Tuhan melalui Malaikat Jibril. Lalu, ajaran seperti apa yang dijalani oleh Komunitas Eden yang telah ditetapkan MUI sebagai aliran sesat ini? Bagaimana pula kegiatannya setelah Lia bebas dari hukuman 20 bulan penjara?

Rumah itu nampak asri dan terawat. Beberapa tanaman tumbuh di halaman depannya. Warna-warni bunga di halaman rumah membuat suasana rumah tersebut terlihat menjadi lebih indah. Tepat di teras halaman, terdapat sebuah ruangan yang bersih dan rapi. Sebuah kursi sofa yang dihiasi dengan kelambu berwarna putih berada di teras tersebut. Kursi-kursi juga tertata rapi seakan-akan siap menyambut siapa saja tamu yang datang. Bangunan rumah di Jalan Mahoni nomor 30, Bungur, Jakarta Pusat itu juga terlihat sangat dominan dengan warna putih, warna yang identik dengan pakaian sekumpulan orang yang tinggal di rumah berlantai tiga itu.

Beberapa orang nampak tengah sibuk membersihkan beberapa bagian rumah yang masih kotor penuh dengan debu. Sebagian lainnya sibuk mengurusi tanaman yang tumbuh di pekarangan. Saat Realita menyambangi rumah tersebut, sosok wanita berbaju putih menerima dengan senyum dan salam ramah. Sehelai kain panjang membalut tubuh wanita berkulit putih itu. Di balik balutan helai kain putih yang dikenakan wanita tersebut, masih ada kaos oblong berwarna serupa. Ia pun mempersilahkan Realita masuk ke dalam sebuah ruangan yang terletak tepat di depan pintu gerbang rumah. Saat Realita mengutarakan niat untuk berbincang-bincang dengan Bunda (panggilan akrab Lia, red), wanita tersebut pun lantas merespon, “Bunda tak bisa wawancara karena tidak diperbolehkan oleh Malaikat Jibril dan Tuhan.” Alhasil, informasi pun didapat dari dua orang pengikutnya yang termasuk dalam orang terdekat Lia Eden.

Tak berbeda jauh dengan tampilan di luar rumah, di dalam ruangan pun, perabotannya didominasi dengan warna putih sehingga terlihat lebih bersih dan terawat. Di sisi lain ruangan itu, terdapat ruangan yang lebih besar. Di dalamnya terdapat beberapa buah komputer dan sebuah mesin fotokopi. Beberapa orang yang mengenakan balutan kain putih juga nampak sibuk mengerjakan sesuatu di depan komputer. Tak jauh dari situ, sebuah kursi yang hampir mirip dengan kursi singgasana bagi seorang raja nampak berdiri kokoh.

Mantan Perangkai Bunga Kering. Di beberapa bagian dinding ruangan juga dihiasi dengan berbagai pajangan berupa lukisan yang di dalamnya terdapat kata-kata indah dan bermakna. Kata-kata itulah yang disebutnya sebagai wahyu yang diturunkan kepada Lia Aminuddin, sosok wanita yang merupakan pemimpin dari kumpulan orang yang tinggal di dalam rumah tersebut. Rumah itu memang merupakan kediaman Lia yang kini dijadikan sebagai tempat tinggal bagi para pengikut Komunitas Eden, begitu mereka menamakan perkumpulan yang didirikan sejak 12 tahun silam ini. Sosok sentral komunitas Eden tak lain adalah Lia Aminuddin yang diakui sebagai pembawa wahyu dari Malaikat Jibril.

Lia Aminuddin atau yang lebih dikenal sebagai Lia Eden merupakan wanita asli Bugis yang dulunya dikenal sebagai seorang perangkai bunga kering yang kerap disiarkan di TVRI. Lia terlahir di Makassar pada tanggal 21 Agustus 1947. Terlahir dengan nama asli Syamsuriati, Lia merupakan anak kedua dari lima bersaudara pasangan (Alm.) Abdul Ghaffar Gustaman dan (Almh.) Zainab. Sang ayah dikenal sebagai pedagang sekaligus penceramah. Ia juga berlatarbelakang Muhammadiyah yang sangat kuat. Keluarganya merupakan keluarga Islami. Namun demikian, Lia bukanlah termasuk orang yang pintar mengaji atau pun memiliki banyak pengetahuan agama Islam. Berbeda halnya dengan sang ayah yang justru memiliki pengetahuan agama yang kuat.

Meski lahir di Makassar, Lia dibesarkan di kota Surabaya dan mengenyam pendidikan di kota pahlawan tersebut. Secara formal, Lia hanya memiliki ijazah SMP. Meski begitu, pendidikan SMA ditempuhnya hingga selesai. Namun, Lia tidak mengambil ijazah SMA tersebut. Singkat cerita, pada Juni 1966, Lia disunting oleh seorang dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia bernama Ir Aminuddin Day, MSc. (Pria kelahiran Pare-pare, 17 Agustus 1941). Kala itu, Lia masih berusia 19 tahun, tepat setelah menyelesaikan pendidikan SMA. Pasangan berbeda usia 6 tahun ini kemudian dikaruniai empat anak, 3 anak lelaki dan 1 anak perempuan. Mereka adalah Fahrun (40), Mila (37), serta anak kembar Ahmad Mukti (yang kemudian diakui Lia, sebagai Nabi Isa atau Yesus Kristus) dan Muti (35). Kini, 9 cucu sudah hadir dan kerap mengunjunginya bila hari libur tiba. Di antara anak-anaknya, hanya Fahrun dan Ahmad Mukti yang ikut dalam Komunitas Eden. Sang suami juga ikut serta menjadi makmum Malaikat Jibril.

Sebelum menjadi sorotan karena mengklaim sebagai Imam Mahdi sekaligus menerima wahyu dari Malaikat Jibril, Lia Aminuddin memang kerap wara-wiri di televisi. Bukan mengumumkan dirinya sebagai seorang Imam Mahdi, melainkan membawakan sebuah acara merangkai bunga di TVRI pada era 1980-an. Bahkan Lia sempat menyabet beberapa penghargaan baik nasional maupun internasional. Salah satunya yang paling bermakna adalah penghargaan Upakarti dari pemerintah. Lia juga pernah dipilih sebagai salah seorang tokoh Wanita Indonesia oleh KOWANI dan Menteri Urusan Peranan Wanita. Ia memang dikenal sebagai ahli perangkai bunga kering. Selain dikenal sebagai ahli perangkai bunga kering, Lia juga kerap melakukan aktivitas sosial. Sifatnya yang mudah bergaul dan supel kepada setiap orang, membuat dirinya dikenal oleh berbagai kalangan. Bahkan para pejabat dan pengusaha pun mengenal sosok Lia sebagai sosok wanita aktif dan peduli terhadap sesama. Salah satu kegiatannya yang dikenal masyarakat adalah dengan menyantuni narapidana yang masih mendekam dalam bui. Ia kerap mengunjungi Lapas Wanita Tangerang dan LP Cipinang melalui Yayasan Fajar Harapan yang dimilikinya. Tak hanya menyantuni saja, Lia juga seringkali memberikan berbagai keterampilan kepada para narapidana tersebut.

Didatangi Malaikat Jibril. Nama Lia Aminuddin kemudian mendapat sorotan luar biasa setelah pada tahun 1997, ia mengaku mendapatkan wahyu dari Malaikat Jibril. Awal mulanya ternyata ketika di suatu malam pada 27 Oktober 1995, sekujur tubuh Lia menggigil kencang setelah melakukan shalat Tahajud. Ia mengira ada makhluk sejenis jin yang mendampinginya saat itu. Diakui Lia, jin yang bernama Habib al-Huda tersebut memberikan banyak nasihat baik kepada dirinya. Dua tahun setelahnya, jin itu mengaku sebagai Malaikat Jibril. Beberapa tahun sebelumnya sekitar tahun 1974, Lia juga mengaku sempat didatangi sejenis benda bercahaya yang menghampirinya ketika ia tengah duduk di halaman rumahnya. Benda bercahaya yang mirip dengan sebuah bola kecil berwarna kuning keemasan itu kemudian dianggapnya sebagai sosok Malaikat Jibril.

Anehnya, setelah pertemuan misterius dengan sosok jin itulah banyak kejadian-kejadian yang dialami Lia dan tidak masuk akal. Salah satunya adalah kemampuan Lia dalam mengobati penyakit yang diderita oleh orang-orang yang datang kepada dirinya. Obat yang digunakan hanyalah air yang keluar dari mata air, tempat ia melihat bola bercahaya beberapa tahun sebelumnya. Sumber mata air yang menyembuhkan berbagai penyakit itu tak dalam, cuma 5-6 meter. Tempat bertuah itu kemudian diberi nama Salamullah. Nama yang sama dengan nama jamaah yang dimilikinya. Puncaknya, pada 18 Agustus 1998, Lia memproklamirkan diri sebagai Imam Mahdi yang dibaiat Jibril menyusul setahun sebelumnya ketika Lia mengaku mendapat wahyu dari Malaikat jibril. Salah seorang pasien yang kemudian sembuh setelah diobati Lia adalah seniman, WS Rendra.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 22 Desember 1997 lantas mengeluarkan fatwa sesat terhadap pengakuan Lia yang menerima wahyu dari Malaikat Jibril. Hal tersebut, karena pernyataannya bertentangan dengan isi Al-Qur’an yang menyatakan tak akan ada lagi Rasul setelah Nabi Muhammad SAW. Akhirnya pada tahun 2005, Lia diseret ke meja pengadilan yang menghukumnya dengan hukuman penjara 2 tahun. Meski sang pemimpin berada di dalam hotel prodeo, tak dinyana kegiatan Komunitas Eden tetaplah berjalan seperti biasa. Bahkan menurut salah satu pengikutnya, para jamaah justru tertuju ke penjara yang menjadi tempat Lia Eden dihukum dan tetap menganggapnya sebagai penyampai wahyu dari Malaikat Jibril.

Selama berada di dalam bui, Lia ternyata memiliki beberapa sahabat dekat. Bahkan, diakui pengikutnya, mereka sudah dianggap sebagai anak-anak Lia. Pada 30 Oktober silam, Lia akhirnya mampu menghirup udara kebebasan setelah selesai menjalani masa hukumannya di Rutan Pondok Bambu. Menurut pengikutnya, rekan-rekan Bunda (panggilan akrab Lia, red), merasa sedih saat Lia meninggalkan penjara. Namun, kebahagiaan justru menghinggapi hampir seluruh anggota jamaahnya di Jalan Mahoni Nomor 30. Mereka menyambut kepulangan Lia yang dapat berkumpul kembali bersama.

Menghapus Agama-agama. Keyakinan yang diamini oleh 50 anggotanya ini, memang tak berbeda jauh dengan kelompok lain yang dinilai MUI sebagai aliran sesat. Tak ada kegiatan ibadah khusus seperti shalat sebagaimana umat Muslim lakukan. Mereka hanya berdoa dan selalu memanjatkan puji-pujian kepada Tuhan setiap waktu. Bila Lia mendapatkan wahyu dari Malaikat Jibril, maka semua jamaah diharuskan berkumpul dan mendengarkan wahyu yang mereka sebut sebagai risalah. Lia lantas duduk di kursi kebesarannya dan membimbing para pengikutnya dalam menerima wahyu yang telah didapatkannya. Mereka juga menentang pengkotakkan umat melalui agama-agama. Bagi mereka, Tuhan hanya satu. Sedangkan untuk kitab suci, Komunitas Eden mempelajari hampir setiap kitab suci dari berbagai agama. Selain itu, mereka juga mempunyai wahyu-wahyu yang diyakini diturunkan melalui Lia Eden dan kini mulai dibukukan seperti halnya Al-Qur’an tempo dulu. Melalui Komunitas Eden, para jamaah ini juga akan bertekad untuk menghapuskan semua agama yang ada di dunia. Sehingga tidak ada lagi konflik antar agama atau bahkan pertikaian antar agama yang satu dengan agama lainnya.

Adapun balutan kain putih yang melekat di tubuh para jamaahnya, dinamakan sebagai mori. Diakui para pengikutnya, pakaian tersebut digunakan sebagai peringatan agar tidak berbuat dosa dan selalu putih bersih tanpa dosa. Para jamaahnya sendiri memang tidak diperbolehkan melakukan dosa sekecil apa pun. Bila salah satu dari mereka telah melakukan dosa, maka ganjaran yang harus diterima adalah dikeluarkan dari komunitas, tak peduli lamanya waktu mereka bergabung. Bahkan ada salah satu anak Lia yang harus dikeluarkan dari Komunitas Eden karena telah melakukan dosa pada perbuatannya.

Para jamaah Eden dikenal dengan sifat kemandirian yang mereka miliki. Mereka mengaku tidak memiliki pegawai satu pun di rumah. Apapun pekerjaan di dalam rumah, harus mereka kerjakan sendiri tanpa bantuan dari pihak luar. Seseorang yang akan masuk ke dalam komunitas haruslah menjalani beberapa prosesi. Salah satunya yang disebutkan kepada Realita adalah dengan proses penyucian melalui api. Setiap calon anggota jamaah diharuskan melewati api dan dibakar. Sebelumnya, mereka juga harus mengakui seluruh dosa yang pernah dilakukan di masa lampau, baik dosa besar maupun dosa kecil. Barulah mereka melakukan proses penyucian dengan cara dibakar. Bila tubuh terasa sakit dan terbakar, maka ada dosa yang belum diakui oleh si calon anggota. Sebaliknya, bila mereka tidak merasa kesakitan, maka mereka telah suci dan bersih layaknya bayi yang baru lahir. Setelah melewati prosesi tersebut, mereka akan secara resmi menjadi anggota jamaah Komunitas Eden. Meskipun sudah resmi menjadi seorang anggota jamaah, tidak menutup kemungkinan si anggota itu dikeluarkan karena telah melakukan dosa. Tak heran, ketika beberapa tahun silam, anggota jamaah Eden mampu mencapai angka ratusan. Tapi, saat ini hanya sekitar 50 jamaah karena banyaknya yang keluar ataupun dikeluarkan oleh Malaikat Jibril yang telah mereka yakini sebelumnya.

Sekitar 14 orang diantara 50 anggota, tinggal dalam satu rumah di Jalan Mahoni Nomor 30. Sisanya tinggal di rumah masing-masing. Untuk masalah pembiayaan sendiri, dananya sebagian besar berasal dari anggota-anggotanya yang telah bekerja. Ada semacam kas yang menampung penghasilan para anggotanya tersebut. Dana itulah yang digunakan untuk membiayai setiap kegiatan Komunitas Eden termasuk kebutuhan sehari-hari anggota lainnya yang tidak bekerja. Entah sampai kapan Komunitas Eden akan tetap bertahan. Namun, yang pasti setiap pengikut Komunitas Eden percaya bahwa apa yang mereka yakini selama ini merupakan sesuatu yang menunjukkan kebenaran dan akan membawa mereka ke surga bernama Eden, surga yang dijanjikan oleh Tuhan sebelumnya. Fajar, Agus

Side Bar 1…

Meski Dicap Sesat, Para Pengikutnya Tetap Meyakini Lia Eden Sebagai Pembawa ‘Wahyu’

Entah apa yang berada di pikiran Abdul Rahman (37), salah satu pengikut Komunitas Eden yang sekaligus merangkap sebagai imam besar Komunitas Eden. Meski telah divonis sesat oleh MUI, Rahman tetap saja meyakini jalan yang dipilihnya merupakan sebuah kebenaran. Rahman sendiri pertama kali bergabung sejak tahun 1997. Ia mengetahui keberadaan Lia Eden dari seorang teman yang sebelumnya mengetahui alamat rumah Lia. Rahman yang merupakan mantan aktivis di beberapa LSM ini pun penasaran dengan cerita yang didengarnya bahwa Lia telah mendapatkan wahyu dari Malaikat Jibril. Alhasil, ia lantas menyambangi kediaman Lia di Jalan Mahoni. Setelah berbincang-bincang dan saling bertukar pendapat mengenai kebenaran wahyu yang disampaikan melalui Lia, akhirnya Rahman mempercayai apa yang diucapkan sang ‘Imam Mahdi’ tersebut.

Kini, Rahman tinggal bersama dengan Lia di Jalan Mahoni. Selama mengikuti Komunitas Eden, Rahman bertemu dengan wanita yang juga jamaah Eden bernama Zaitun (30). Pernikahannya sendiri pada awalnya berlangsung secara Islami, sesuai dengan agama sebelumnya. Namun setelah Komunitas Eden memiliki tata cara pernikahan sendiri, maka Rahman pun mengulangi prosesi pernikahan dengan cara Eden. Saat ini, pernikahannya telah menghadirkan dua buah hati kembar yang ikut serta tinggal bersama dengan dirinya di Jalan Mahoni. Kedua anaknya, memang tidak mengenyam pendidikan di sekolah umum. Mereka hanya belajar pelajaran yang diberikan oleh jamaah lainnya. Menurut para jamaah, pendidikan formal tidaklah menjadi hal yang penting. Pelajaran dan pengalaman hiduplah yang diyakini mereka lebih penting ketimbang pendidikan di sekolah. Lulusan Akidah Filsafat IAIN ini mengaku bahwa ia merasa lebih damai dan nyaman setelah bergabung dengan Komunitas Eden. Apa yang selama ini dicari telah ditemukannya di dalam Komunitas Eden.

Hal serupa juga dialami oleh Dunuk (32), salah seorang jamaah Komunitas Eden lainnya yang bergabung sejak awal pendirian Komunitas Eden. Ia juga merasakan perubahan positif setelah bergabung dengan Komunitas Eden. Seperti halnya Rahman, ia juga tinggal bersama di rumah Lia, bersama sang suami. Meski demikian, awalnya pihak keluarga menentang keikutsertaan dirinya dalam Komunitas Eden. Tetapi, seiring berjalannya waktu pihak keluarga lantas merelakan pilihan yang telah diambil Dunuk. Kini, Dunuk hanya melakukan kegiatan yang disyaratkan oleh Bunda dan Malaikat Jibril. Kebanyakan, kegiatan yang dilakukan oleh para jamaahnya adalah menyebarkan ‘risalah’ ke berbagai pihak, termasuk SBY, orang nomor satu di negeri ini. Setiap jamaah diharuskan untuk mendahulukan kegiatan penyebaran risalah ketimbang kepentingan pribadi. Risalah-risalahnya sendiri disebarkan melalui selebaran-selebaran, CD (Compact Disc), dan VCD (Video Compact Disc). Risalah tersebut berisikan tentang wahyu-wahyu dari ‘Tuhan” yang disampaikan melalui Malaikat Jibril dan kemudian dilanjutkan kembali kepada Lia Eden. Fajar


61 comments:

adimulya said...

Saya salut dengan lia eden dan ajarannya

fajar aryanto said...

@ adimulya : di satu sisi, perilaku para pengikut Lia Eden memang patut diacungi jempol. soalnya, mereka dikenal sebagai pribadi-pribadi yang disiplin dan mencintai orang lain. meski orang lain itu bukanlah pengikut Lia Eden. tapi di sisi lain, soal ajaran agamanya, ya balik lagi kepada keyakinan anda..
terimakasih sudah berkunjung..!!

zhack said...

SESAT KAU

DION THE SURVIVOR said...

AJARAN TAIK,SESAT KAU ANJING,JANGAN PERNAH BAWA AJARAN KAU KE ATJEH SUMATERA,KALAU KEDAPATAN.AK47 JGA AKAN MENURUNKAN WAHYU KE TUBUHMU ANJING.

fatmawati dwi said...

woooi lia edan,.,.emang bener benr bener edan,.. sesat kau,.,. jngan ajak org laen masuk neraka,.,.kacian kn,.,taubatlah sblum ajal mnjemput,.,. sholatlah sblum dsholati,..,

fatmawati dwi said...

edaaaaaaaaaaaannn,........

Anonymous said...

semoga lekas bertobat ya Tante Lia, mumpung nafas mu belum diambil oleh Allah Swt

aan said...

tobat mbah lia,,,

Anonymous said...

Bodoh dan sesat.bangang ada otak tak mau pikir

Anonymous said...

ajaran lia eden adalah kebenaran sejati..
Yang tidak setuju, silahkan Bukatikan jika dia sesat

Anonymous said...

kalau memang Lia edan, adalah sebagai Babi...coba buat sebuah kitab sebagaimana halnya Alquran yang Allah turunkan....Pasti dia g bisa kan,,, bisanya cuma jiplak dari kitab kitab yang ada....jangan sekali-kali menyebutnya nabi, tapi sebut saja BABI EDAN....kkxkxkxkxk

Anonymous said...

Kalau saya pribadi tidak mengatakan itu salah atau benar. Karena saya bukan orang yang tau benar tentang agama yg saya anut. Tapi setelah saya pikir2 walaupun sudah dijustifikasi sesat, ajaran itu tidak buruk.saya heran dengan kedisiplinannya yg jika melakukan dosa, dia harus keluar. Seharusnya agama kita mengajarkan seperti ini. Dan pertaubatan yg sungguh2 rela dibakar unt menebus dosa. Coba dipikir lia eden menghargai semua agama lho dengan mengintegrasikan semua ajaran yg baik darii berbagai agama. Jika ini terjadi maka benar, seluruh dunia akan damai.

Anonymous said...

susah orang-orang indonesia...
kenapa selalu menganggap agama lain sesat... emang yakin apa yang anda anut yang paling benar???

gini aja deh,, kita tunggu saat pengadilan terakhir,, setiap agama pasti punya konsep/ kepercayaan tentang kehidupan setelah kematian kan?? liat aja siapa yang masuk surga dan siapa yang masuk neraka...

karena itu selama masih sama-sama hidup di bumi, jangan menilai kepercayaan lain buruk dan kepercayaan kita yang paling benar...

Anonymous said...

memang anda benar mas kita tidak boleh melecehkan antar agama
sebagaimana yang telah nabi saya. .

Anonymous said...

jangan pernah menciptakan agama baru karena islam sudah terbukti benar

Alpha said...

Meskipun itu ajaran yang baik dlm penerapan kedisiplinan,,seharusnya dia tdk mengakui secara terang2an sbg Imam Mahdi bukan..? Karena mnrt bbrpa artkl yang saya baca,,Imam Mahdi kelak adl seseorang yang memiliki nama spt rosulullah dg nama ayah yang sama pula yaitu Muhammad bin Abdullah.. Dan dia tdk prnh tau bhw dia adl org yang dipilih/dtnjuk oleh Allah sbg Imam Mahdi..
Dan kehadiran Imam Mahdi sendiri adl salah satu dari bbrpa tanda2 akn dtgnya kiamat (sdh dekat)..

:-)

Anonymous said...

al-islam ya'lu wa la yu'la alaihi.......

Anonymous said...

lia eden atau ngeden ? apa edan? ngaku" sbg bunda maria n anknya sbg yesus ,,sunguh aneh, dunia semakin GILA ,tanda" kiamat,, bermunculan aliran sesat secara terang"an

Anonymous said...

banyak yang sudah terbius ke-edan-nanya lia eden .kwkwkwkwwkwkwkw.............:v

Dede Yayan Rohyan said...

agama mu agamamu agamaku agamaku!!!! islam adalah agama yang membawa kpda jalan yang lurus dan benar...

Faiz Asad said...

Klo aku mau kya bunda eden juga bisa.. saya dikelilingi 9 wali ketika selesai shalat zuhur dan baca qur'an.. dan selesai itu kami berdzikir sama2.. dan tahun 2014 sujud terakhir di solat dzuhur.. saya melihat indahnya surga.. dan rumah yg saya lihat.. rumah yg sekarang menjadi rumah anak sya yg meninggal.. dan saya juga sering lihat cahaya ke emasan berlafadzkan الله.. tp sya tidak sombong dan mengakui seorang nabi.. lagi pula pun imam mahdi bukan lah nabi..

Anonymous said...

Kalo saya sih kasian sama Lia Eden, harusnya dia mendapat perawatan psikiater. Karena dia telah gila level negara... :)

http://m.liputan6.com/news/read/2242031/lia-eden-kirim-surat-ke-jokowi-minta-izin-daratkan-ufo-di-monas

Indra Kamaruddin said...

Kebebasan berkeyakinan

mulyajaya karaeng munde said...

Kira2 lia kebakar kalo dibakar api

sabrina putri amanda said...

Dalam agama apapun tidak pernah mencampur"kan agama lain dalam pelaksanaanya". Udah jelas"SESAT kamu mah. Apalagi ada ufo itu haha. Paok2 kali bah.

sabrina putri amanda said...

Dalam agama apapun tidak pernah mencampur"kan agama lain dalam pelaksanaanya". Udah jelas"SESAT kamu mah. Apalagi ada ufo itu haha. Paok2 kali bah.

Femmy mydo'emmho said...

bener anjing dia ini,sumpah kalo sampai gua bisqa ktmu,bakalan gua bunur ,gua sayat,anjing juga gakan suka sama daging orang paling setan kaya gini


Femmy mydo'emmho said...

bener2 setan dia ini,kalo gua sampai bisa ketemu sama setan ini,bakalan gua bunuh,gua sayah,anjing juga gakan suka sama dagingf setan kaya gini.
fuck midnife

Femmy mydo'emmho said...

bener2 setan dia ini,kalo gua sampai bisa ketemu sama setan ini,bakalan gua bunuh,gua sayah,anjing juga gakan suka sama dagingf setan kaya gini.
fuck midnife

Femmy mydo'emmho said...

bener2 setan dia ini,kalo gua sampai bisa ketemu sama setan ini,bakalan gua bunuh,gua sayah,anjing juga gakan suka sama dagingf setan kaya gini.
fuck midnife

JKT 48 Fans said...

kal0 sudah menyangkut urusan agama emang kudu pinter2 mengolah dan memilah .. selebihnya terserah pribadi sendiri sendiri

Anonymous said...

JESUS IS MY GOD FOREVER!!!!!

mas bam said...

Tuhan saja yang maha tau

Anonymous said...

Harap diingat, "akan dtg suatu zaman dimana akan banyak nabi2 palsu.." inilah jamannya.. sudah beras palsu, muncul pula nabi palsu ky gini.. klo soal karunia menyembuhkan, setan pun bisa bikin kesembuhan tpi untuk tujuan penyesatan, setan ga selalu buat yg jahat2 doank... setan jaman sekarang lbh pinter, lbh milih aksi terselubung drpd terang2an..

Anonymous said...

Lia Edan emg stress yg jd pengikutnya lebih stress lg org2 ga waras smua..

Eden The Heaven said...

Salam bahagia dalam damai. Tak apa Anda marah kepada kami, dan tak apa seburuk apa pun ucapan Anda terhadap kami, kami tetap memaafkan dengan tulus. Beri kami kesempatan untuk menempatkan hak kami untuk menyatakan kebenaran. Demikian kami bisa memberikan data yang lebih lengkap melalui blog kami di http://KomunitasEden.com. Semoga dapat menjadi perimbangan dalam hati sanubari Anda. Dan semoga Tuhan memberikan pencerahan. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya. Dan kami tunggu kunjungan Anda di blog kami.
Komunitas Eden
Web: http://KomunitasEden.com
Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCHciBemSAGUvebLNL7UPHBg

Anak Cracker said...

kalau pendapatku, lia dulu kemungkinan ingin mencapai tigkatan ma'rifat dalam islam (karena dia duliya islam) tapi ditengah-tengah mencari jawaban akal dan fikirannya tidak dapat meraihnya karena tidak ada yang membimbingnya dan kurangnya dasar agama yangkuat (syariat) serta kurangnya pengetahuan tenteng tarekat dan hakikat. akibatanya dia mengalami stres dan kebingungan yang amat teramat sehingga suatu hari munculah jin yang berwujud cahaya di depanya yang dia percayai sebagai malaikat hingga kini. dan pada akhirnya dia malah terjerumus kejalan jin tersebut.

ingat jin, setan dan iblis tidak hanya menyerukan tindak kejahatan saja kepada manusia tetapi juga akidah dalam agama dan itu yang paling bahaya karena dapat menjerumuskan mausia pada hal-hal syirik dan bid'ah dalam agama seperti yang terjadi kepada lia eden sehinnga akidah agamanya rusak oleh sosok jin berwujud cahaya tersebut.

Anak Cracker said...

kalau pendapatku, lia dulu kemungkinan ingin mencapai tigkatan ma'rifat dalam islam (karena dia duliya islam) tapi ditengah-tengah mencari jawaban akal dan fikirannya tidak dapat meraihnya karena tidak ada yang membimbingnya dan kurangnya dasar agama yangkuat (syariat) serta kurangnya pengetahuan tenteng tarekat dan hakikat. akibatanya dia mengalami stres dan kebingungan yang amat teramat sehingga suatu hari munculah jin yang berwujud cahaya di depanya yang dia percayai sebagai malaikat hingga kini. dan pada akhirnya dia malah terjerumus kejalan jin tersebut.

ingat jin, setan dan iblis tidak hanya menyerukan tindak kejahatan saja kepada manusia tetapi juga akidah dalam agama dan itu yang paling bahaya karena dapat menjerumuskan mausia pada hal-hal syirik dan bid'ah dalam agama seperti yang terjadi kepada lia eden sehinnga akidah agamanya rusak oleh sosok jin berwujud cahaya tersebut.

Anonymous said...

kalau pendapatku, lia dulu kemungkinan ingin mencapai tigkatan ma'rifat dalam islam (karena dia duliya islam) tapi ditengah-tengah mencari jawaban akal dan fikirannya tidak dapat meraihnya karena tidak ada yang membimbingnya dan kurangnya dasar agama yangkuat (syariat) serta kurangnya pengetahuan tenteng tarekat dan hakikat. akibatanya dia mengalami stres dan kebingungan yang amat teramat sehingga suatu hari munculah jin yang berwujud cahaya di depanya yang dia percayai sebagai malaikat hingga kini. dan pada akhirnya dia malah terjerumus kejalan jin tersebut.

ingat jin, setan dan iblis tidak hanya menyerukan tindak kejahatan saja kepada manusia tetapi juga akidah dalam agama dan itu yang paling bahaya karena dapat menjerumuskan mausia pada hal-hal syirik dan bid'ah dalam agama seperti yang terjadi kepada lia eden sehinnga akidah agamanya rusak oleh sosok jin berwujud cahaya tersebut.

Agus Maimunu said...

Jin itu sangat pinter.......jgn tertipu.......kok mau jadi budak jin....

Anonymous said...

hahahahaha. orang gila. mana ada malaikat jibril repot2 pake naik UFO. minta ijin segala sama NASA. yg masuk akal woy EDAN. nasa itu sebuah institusi di amerika. sdangkan jibril adalah makhluk allah swt yg agung dan suci. masa iya mesti permisi sama manusia mcam anjing spt kau lia edan. aku tantang adu ilmu jika kau memang imam mahdi. dan aku tantang makhluk yg kata kau malaikat jibril itu. sekarang !!!!

Raden Abijar said...

stres level 100 lia edan,,pengikutnya sama2 stres,kasian anggotanya udh pada keluar.
masa ngaku imam mahdi mukanya c lia kaya anjing husky

Selly Syalla *Diary said...

Kasihan sama sang bunda nya orang orang yang sedang di uji alloh. Boro boro manusia sekarang yang sudah jauh dari baginda rosul sahabat2 bahkan istri beliau saja ketika bermimpi atau bertemu siapapun yang ghaib tidak langsung percaya. Karna bisa saja itu datang dari setan. Sesungguhnya tipu daya setan sangat kuat. Apalagi lia eden yang hanya manusia biasa.

Farida Januari said...

lucu yaa.. yang paling lucu lagi koq yaa masiih saja ada yang mau ngikutin, kasian orangtuanya yg penceramah, apalagi dari muhamadiyah yang sangat terkenal dengan ajaran Qur'an Hadits nya, mudah2 an Lia segera disadarkan, diberkah hidayah oleh Alloh SWT, juga untuk para pengikutnya supaya segera sadar bahwa risalah2 nya itu tidak benar, yang masuk akal disini adalah "dilarang melakukan perbuatan dosa" dosa yang mana dulu yaa.. dosa kepada penganut nya kali yaa,, tapi baca commentnya sungguh hatinya legowo, ikhlas memaafkan kesalahan orang2, tinggal keyakinannya aja dirubah,tinggalkanlah komunitas nya, beralihlah ke jalan Alloh.. semoga Alloh memberikan hidayah Nya kepada kita semua.. AAmiin..

Anonymous said...

Hhahaha mau nurunin ufo di monas ?

Aku Saya said...

Banyak yang komen ini yang merasa lebih beragama tapi kata2nya jauh lebih kasar. Agama apakah itu ya lihat saja lah sendiri.

Anonymous said...

Lia eden binti setan sekarang namanya

rahadian yamin said...

Cepet deh luh taubat nek... keburu mati ngesel dah lu.. liat diri luh dah kaya setan..

Anonymous said...

dikatakan bahwa "untuk menyucikan diri harus melalui prosesi pembakaran, jika prosesi tersebut terasa sakit maka itu berarti masih ada dosa yang kaumiliki."

>UDAH BAKAR AJA!

Akhmad Azhari said...

Sy yakin yg di tubuhnya itu bukan malaikat (tidak ada sejarahnya malaikat merasuki manusia) tapi jin kafir. Coba saja diruqyah, lalu kita buktikan siapa yg benar. Agama ALLAH SWT atau ajaran sesatnya.

Budi Santoso said...

sory bro. kta saya dn yg lain buakn berbicara kasar. anda tidak akan tau mengenai agama. jdi tolong jaga omongan anda tentang beragama berbicara dngan kasar. saya hanya membela islam dn meluruskan nya. tiada tuhan selain allah dn nabi muhamad adalah rasull dn utusan allah. jdi hanya muhamad lah yg menjadi rasull bukan lia edan.

Budi Santoso said...

saya bersaksi bahawa tiada tuhan selain allah dn saya bersaksi bahwa nabi muhamad utusan rasull allah syahadat udh ribuat tahun ada. sdngkan eden baru beberapa tahun. udh ngaku jadi nabi. maaf lia eden anda sudah slah. dn mnggabungkan agama satu sma lain

Anonymous said...

Nabi muhammad SAW pernah bersabda "bahwa sesungguhnya setelah kepergianku tidak ada lagi nabi atau rasul setelahku"kutitipkan kepada kalian umatku dua perkara yaitu Al'quran dan sunnahku apabila kalian berpegang teguh pada alquran dan sunnahku niscaya kalian selamat ,jangan melebihkan dan jangan mengurangi ajaranku,ini adalah pesan baginda RASULULLAH SAW,berpeganglah pada ALQURAN dan SUNNAH,carilah setiap pertanyaan yang ada dalam hati kita didalam Alquran InsyaAllah kita akan ketemu jawabannya.

abah aziz Aziz said...

mungkin eden edan bisa mengungguli kepintaran kepandain para ulama ulama salaf tolon bikin kitab sareh saja kitab tasawuf amin nudin coba bikin ato tolon kasih penjelasan tentang makna alif lam mim satu saja biar di jelaskan jibril nya aminudin edaaaaaan

abah aziz Aziz said...

mungkin eden edan bisa mengungguli kepintaran kepandain para ulama ulama salaf tolon bikin kitab sareh saja kitab tasawuf amin nudin coba bikin ato tolon kasih penjelasan tentang makna alif lam mim satu saja biar di jelaskan jibril nya aminudin edaaaaaan

Dhani Vercetti said...

orangnya sesat, bloon!!!!

Arief Mukharom said...

Tidak ada ada nabi lagi setelah nabi muhamad saw..lia eden koplax....

Anonymous said...

Lia eden menerima wahyu yang sama dengan Muhammad, baca neh :

Menurut Lia, peristiwa ajaibnya yang pertama adalah sewaktu dia melihat sebuah bola BERCAHAYA KUNING BERPUTAR DI UDARA dan lenyap sewaktu baru saja ada di atas kepalanya. Hal ini terjadi sewaktu dia sedang bersama dengan kakak mertuanya di serambi rumahnya di kawasan Senen, Jakarta Pusat pada 1974.

Menurutnya lagi, peristiwa ajaib kedua yang telah megubah prinsip hidupnya berlaku pada malam 27 Oktober 1995 kala dia sedang bersantai. Pada masa itu, dia telah merasakan kehadiran pemimpin rohaninya, Habib al-Huda yang kemudian mengaku dirinya sebagai Jibril pada waktu itu. Setelah itu Lia Eden mengaku DIA MENERIMA BIMBINGAN MALAIKAT JIBRIL SECARA TERUS MENERUS SEJAK 1997 HINGGA KINI.
(Sumber : Wikipedia)

Bandingkan dengan Muhammad :

... Aisyah radliallahu 'anha isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; Peristiwa awal turunnya wahyu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah diawali dengan Ar Ru`yah Ash Shadiqah (mimpi yang benar) di dalam tidur. Tidaklah beliau bermimpi, kecuali yang BELIAU LIHAT ADALAH SESUATU YANG MENYERUPAI BELAHAN CAHAYA SUBUH.
(Bukhari no. 4572)

.... dari Aisyah radliallahu 'anha, ia menceritakan; wahyu pertama-tama yang diturunkan kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam adalah berupa mimpi yang baik ketika tidur, beliau tidak BERMIMPI SELAIN DATANG SEPERTI FAJAR SUBUH,
(Bukhari no. 6467)

Ternyata, LUCIFER disebut PEMBAWA CAHAYA atau BINTANG FAJAR:

Dalam bahasa Latin, kata "Lucifer" yang berarti "PEMBAWA CAHAYA" (dari lux, lucis, "cahaya", dan "ferre", "membawa"), adalah sebuah nama untuk "BINTANG FAJAR"
(Sumber : wikipedia)

Dan menurut Alkitab, Lucifer disebut PUTERA FAJAR:

Yesaya 14:12
"Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, PUTERA FAJAR, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

Note :

• Lia eden melihat CAHAYA..

• Muhammad melihat CAHAYA...

• LUCIFER adalah PEMBAWA CAYAHA..

Jadi... Lia Eden dan Mamad saw telah bertemu dengan LUCIFER...!!!

roy mustika kelapa said...

lia eden .. cepatlah bertobat.. kamu itu membuat orang orang sesat.. ajaran kamu itu tidak masuk nalar.. sedang islam bisa dibuktikan dari zaman dahulu sampai sekarang.. kembalilah kamu(lia eden) jadi manusia yg berakal..dan benar kamu.. tobat nasuha kamu!!

Raafian Prabowo said...

Jawaban dari pihak aliran sesat

Raafian Prabowo said...

Pingin mendarat idi di monas lagi ya