Thursday, April 9, 2015

Rumah Kupu-kupu Untuk Anak Yatim Piatu


Eits, rumah ini bukan untuk hewan kupu-kupu, lho. Tapi, untuk teman-teman kita di negara tetangga kita, Thailand, yang berstatus yatim piatu. Kenapa disebut rumah kupu-kupu? Mmm... Lihat saja bentuk bagian depan atapnya yang bisa naik turun seperti sayap kupu-kupu. Lucu kan?!
Rumah Kupu-kupu ini dibuat oleh seorang arsitek bernama Andreas G. Gjertsen. Ia bekerja di sebuah organisasi asal Norwegia, TYIN Tegnestue. Uniknya, Rumah Kupu-kupu terbuat dari bambu. Batang bambu dipilih karena mudah didapat dan harganya murah. Maklum saja, di daerah Noh Bo, Tak, Thailand ini banyak sekali pepohonan bambu yang bisa dimanfaatkan.
Atap rumahnya bisa dijadikan saluran udara dan penampungan air hujan sekaligus. Sehingga, Rumah Kupu-kupu ini nyaman ditempati oleh setiap anak yatim piatu. Mereka sengaja diberi tempat tinggal masing-masing, agar setiap anak bisa memiliki tempat pribadi masing-masing.
Di bagian dalam Rumah Kupu-kupu, terdapat dua lantai. Lantai atas digunakan untuk tempat tidur si anak. Tentu saja, semuanya terbuat dari bambu, termasuk tangga yang digunakan. 


Thursday, March 13, 2014

Pulau Terbuat dari Botol Plastik

  
Teks : Fadjar Arianto

Kamu tak percaya membaca judul di atas?! Ini beneran, lho. Seorang pria asal Inggris bernama Richard Sowar benar-benar membuat pulau buatan dari 120 ribu botol plastik. Di atas pulau buatan itu, ia membangun sebuah rumah sebagai tempat tinggalnya.
 
Botol-botol plastik bekas dikumpulkan dan diikat dengan menggunakan jala. Sebagai lantai, Sowar menggunakan bambu dan kayu yang diletakkan di atas botol-botol plastik bekas tersebut. Nah, botol-botol ini berada di bawah air berfungsi sebagai pelampung agar pulau tidak tenggelam. “Sampah bisa menjadi barang berharga,” kata Sowar seperti dikutip Daily Mail.

Selain itu, Sowar yang dikenal sebagai pecinta lingkungan juga memanfaatkan tenaga matahari sebagai sumber listrik di 'rumah' buatannya ini. Rumah pulau yang diberi nama Solar II ini juga lengkap seperti rumah pada umumnya. Ada kamar tidur, toilet, bahkan ada kolam untuk berenang.

Rumah pulau ini sebenarnya adalah karya kedua Sowar. Ia pernah membuat rumah pulau pada tahun 1998, dengan menggunakan 250 ribu botol plastik. Tapi rumah pulau itu hancur berantakan diterpa angin topan Emily yang menghantam Puerta Aventura, Meksiko pada tahun 2005.

Akhirnya, Sowar pun membuat kembali rumah pulau Solar II di Isla Mujeres, perairan Karibia. Wah, apa ia tidak takut kena gelombang tsunami ya??


Madu Termahal di Dunia Harganya Rp 82 juta per Kilogram!


Teks : Fajar Aryanto
      
Madu memang dikenal sebagai makanan yang menyehatkan tubuh. Wajar bila madu asli yang dihasilkan lebah dibanderol dengan harga cukup mahal. Salah satunya adalah madu jenis ‘Elvish’ dari Turki yang merupakan madu termahal di dunia.
Tiap 1 kilogram madu ‘Elvish’ dihargai 6.800 Dollar Amerika atau sekitar Rp 82 juta. Benar-benar mahal, kan?
Harga ‘Elvish’ menjadi mahal karena madu ini hanya ada di dalam gua Saricayir Valley, Turki. ‘Elvish’ berada di kedalaman 1.800 meter di bawah permukaan tanah. Sehingga dibutuhkan pendaki professional untuk mengambil madu ‘Elvish’.
Selain itu, madu ‘Elvish’ terbentuk secara alami oleh sekelompok lebah di dalam gua. Apalagi madu tersebut sudah terbentuk sejak 7 tahun lalu. Sehingga menjadikan ‘Elvish’ sebagai madu berkualitas tinggi karena mengandung banyak mineral.
“Madu Turki adalah yang terbaik di dunia,” ujar Gunay Guduz, seorang peternak lebah yang pertama kali menemukan madu ‘Elvish’. Kira-kira, seperti apa rasa madu termahal di dunia ini ya kids?