Friday, April 9, 2010

Meike Rose, Peramal Cinta

Mengubah Kutukan Menjadi Kelebihan

Tidak mudah bagi Meike Rose dalam mengambil keputusan untuk menjadi seorang peramal. Meski, ia menyadari sedari kecil telah memiliki ‘bakat’, Meike justru harus mempertimbangkan dengan matang sebelum akhirnya menekuni profesi sebagai seorang peramal. Daun teh dan kartu tarot dijadikannya sebagai media dalam melihat masa depan dari kliennya. Lalu bagaimana perjalanan hidup ibu dua anak ini?

Di saat terik matahari menyengat kota Jakarta siang itu, Meike Rose terlihat anggun dengan busana longgar berwarna putih dipadu dengan celana jeans yang dikenakannya. Make up tipis yang menempel di wajah Meike semakin menambah aura kecantikan wanita keturunan India ini. Senyumnya selalu tersungging di bibirnya yang merah merona.

Meike tak terlihat sebagai seorang peramal dengan gaya berpakaian yang eksentrik. Ia justru menampilkan sosok peramal yang anggun dan elegan melalui penampilannya sehari-hari. Tak ada kain penutup kepala layaknya peramal khas Gipsy yang dikenakannya. Meike justru mengemas sosok peramal dalam dandanan yang begitu mempesona tanpa mengurangi kepercayaan orang terhadap kemampuannya. Seperangkat kartu tarot pun selalu dibawa di dalam tasnya ke manapun ia pergi. Sembari duduk santai di sebuah lobi apartemen di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Meike membuka perbincangannya dengan realita.

Bakat Dari Kecil. “Saya memang mendapatkan ‘bakat’ ini turunan dari orangtua,” aku Meike sembari mengeluarkan satu set kartu tarot dari dalam tasnya. Meike Rose merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia terlahir dari pasangan Kemal Subadha (55) dan Any Setyawati (56). Setelah ‘numpang’ lahir di kota Bogor, Meike lantas berpindah ke Semarang bersama kedua orangtuanya. “Kelebihan ini saya sadari sejak masih kecil,” kenang Meike. Meike kecil mengenyam pendidikan sekolah sejak SD hingga SMA di kota Semarang, Jawa Tengah. Ia bersekolah di SDN Tamansari, SMPN 3, dan SMAN 1, Semarang.

Masa kecil Meike, diakuinya, sebagai masa kecil yang kurang membahagiakan. Pasalnya, kedua orangtuanya memutuskan untuk bercerai di saat Meike masih membutuhkan kasih sayang yang utuh dari figur ayah dan ibu. Tak hanya itu saja, karena bakatnya yang mampu melihat penampakan makhluk halus membuat Meike merasa tidak nyaman. “Saya benar-benar merasa tidak nyaman,” aku Meike mengenang masa kanak-kanaknya.

Saat usianya baru menginjak 3 tahun, Meike menyadari kemampuan istimewanya. Ia mampu melihat sesuatu yang belum tentu dapat dilihat oleh orang lain. Kehadiran makhluk halus, atau pertanda akan datangnya kematian pada seseorang sudah ia peroleh sejak masih balita. “Orang yang akan meninggal itu auranya terlihat berwarna hijau lumut,” aku Meike.

Karena bakat yang dimilikinya itu pula, Meike kecil lebih senang menyendiri ketimbang bergabung dengan teman-temannya untuk bermain. “Dulu, saya sering ngumpet di dalam lemari karena ketakutan,” kenang wanita kelahiran 24 Mei 1974 ini. Meike mengaku bahwa semasa SD hingga SMA, ia termasuk anak yang aneh karena memiliki ‘bakat’ tersebut. Semasa kanak-kanak, Meike akan menangis bila harus melihat ada orang yang akan meninggal di kemudian hari. Ia biasanya sudah tahu terlebih dahulu bila orang yang dilihatnya akan meninggal dalam waktu dekat. “Biasanya ada bisikan atau feeling yang mengatakan ada yang akan meninggal,” ujar Meike.

Saya sempat marah sama Tuhan karena diberikan kelebihan ini,” kenang Meike. Sedari kecil hingga SMA, Meike masih mempertanyakan kelebihannya tersebut. “Kenapa harus saya? Kenapa nggak adik saya atau Om saya saja?” tanyanya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut terus menerus berada dalam pikiran Meike. Ia pun tak pernah menemukan jawabannya. Di satu sisi, Meike mendapatkan kepuasan dengan menolong orang lain melalui bakatnya itu. Namun, di sisi lain ia merasakan dirinya aneh dan berbeda dengan teman-teman seumurannya. “Tapi saya beruntung, karena di saat saya sedang stres dan marah, saya nggak pernah lari ke hal-hal yang negatif,” aku Meike yang berencana menulis buku ini.

Bakat dan Kutukan. Setelah menamatkan SMA di Semarang, Meike memutuskan untuk melanjutkan ke bangku kuliah di Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Parahyangan, Bandung. Berbeda halnya dengan apa yang dialami semasa sekolah di Semarang, Meike justru tidak lagi menjadi sosok penyendiri. “It’s a curse but it’s a gift (ini kutukan sekaligus bakat),” ujarnya menggambarkan bakat yang dimiliki. Dengan kemampuannya yang mampu melihat sosok makhluk halus dan meramal masa depan, banyak teman-temannya tertarik dengan kemampuan Meike tersebut. “Ini adalah pemberian Tuhan,” ujar Meike singkat. “Apapun kelebihan yang diberikan Tuhan bisa digunakan untuk kebaikan dan keburukan,” lanjutnya menjelaskan.

Lambat laun, Meike mampu menerima bakat yang dimilikinya. Ia percaya bahwa apa yang diberikan kepadanya memiliki alasan tersendiri. Alasan tersebut, diyakini Meike untuk menolong orang lain yang memiliki masalah. Meike memang sempat merasakan penyesalan dengan kelebihan yang dimilikinya. Apalagi, bila penglihatannya menjurus ke bencana yang akan dialami oleh orang yang datang kepada dirinya. Kendati demikian, Meike berusaha sebisa mungkin untuk memberi nasihat positif kepada klien tersebut agar sang klien dapat mengubah sikapnya menjadi lebih baik. “Dengan begitu, si orang tersebut dapat berjalan ke arah yang lebih bak,” ujar wanita yang phobia dengan tempat pemakaman ini. Hal itulah yang kemudian membuat dirinya bahagia karena telah menolong orang lain.

Meike melepas lajang pada usianya yang baru menginjak 20 tahun. Saat itu, kedua orangtuanya memang secara terang-terangan tidak menyetujui hubungan Meike dengan pria bernama Icom yang kini menjadi penebuk drum Marvells Band. “Kita memang menikah sangat muda sekali waktu itu,” kenang wanita berdarah campuran India, Rusia, dan Indonesia ini. Meike menikah tahun 1995. Ia meninggalkan kuliahnya begitu saja, padahal saat itu, Meike tengah menjalani tahun terakhir kuliahnya. Barulah setahun setelah pernikahan, kedua orangtua Meike menyetujui langkah hidup anak sulungnya tersebut.

Meike akhirnya tinggal bersama suami dan mertuanya. Ketika itu, ia mencoba peruntungannya di dunia tarik suara. Meike pernah mengeluarkan empat album rekaman. Ia juga pernah membuat band bernama Dunia Kecil bersama mantan suaminya.

Sekitar tahun 2004, Meike mendapatkan petunjuk melalui mimpinya. Dalam mimpi tersebut, ia pergi ke Jakarta. Berkali-kali mimpi tersebut mendatanginya di hampir setiap malam. Akhirnya Meike yang sebenarnya lebih suka tinggal di kota kecil ini pun memutuskan untuk pergi ke Jakarta. Sesampainya di stasiun Gambir, Meike sempat ragu apa ia benar-benar mengambil keputusan yang tepat. Namun demikian, Meike akhirnya naik ke dalam taksi dan berputar-putar di seputar ibukota. Tak sengaja, taksi yang dinaikinya melewati Tea Addict Lounge. “Waktu di Semarang, saya sempat membaca soal Tea Addict,” aku penyanyi seangkatan (Almh.) Nike Ardila ini.

Daun Teh dan Kartu Tarot. Entah suatu kebetulan, lounge untuk kalangan menengah atas tersebut tengah mencari seorang peramal yang mampu menggunakan daun teh sebagai media ramalnya. Alhasil, Meike pun melamar lowongan di tempat itu. Beruntung baginya, ia langsung diterima mengisi posisi sebagai peramal. Sayangnya, karena masih pemula, Meike masih mengalami kesulitan mencari klien untuk diramal.

Singkat cerita, Meike bertemu dengan salah satu klien yang kemudian mengajaknya bergabung di sebuah majalah wanita terkemuka. Keberuntungannya berlanjut saat tampil di sebuah acara infotainment di salah satu stasiun televisi swasta. Seiring berjalannya waktu, nama Meike Rose mulai dikenal masyarakat sebagai seorang peramal. Jumlah kliennya pun semakin bertambah banyak.

Ketenaran Meike sebagai seorang peramal ternyata berbanding terbalik dengan kehidupan pribadinya. Setelah 12 tahun membangun rumah tangga dan menghadirkan satu orang anak bernama Muhammad (9), Meike akhirnya memutuskan untuk bercerai dengan suaminya pada tahun 2007. “Saya mengerti bahwa suami saya ingin bercerai dengan saya,” ujar Meike berusaha untuk tegar. Meike tak membutuhkan waktu lama untuk memulai kehidupan rumah tangganya. Ia kembali menikah dengan seorang pria bernama Yahya (30). Dari pernikahan keduanya ini, Meike dianugerahi seorang anak perempuan bernama Izabelle Yahya (1).

Kini, setelah namanya mulai dikenal sebagai peramal cinta, Meike memiliki keinginan terpendam soal profesinya sebagai seorang peramal. “Orang menilai saya meramal itu melangkahi Tuhan,” ujar Meike. “Takdir itu sesuatu yang tidak bisa kita ubah, tapi memang ada sesuatu lainnya yang bisa diubah oleh kita sendiri,” lanjut wanita yang kerap bermeditasi ini.

Untuk menghilangkan pandangan negatif tersebut, Meike hanya menjelaskan bahwa kemampuannya meramal hanyalah wacana terhadap masalah yang dihadapi orang. “Jadi, saya hanya mempengaruhi alam bawah sadar orang itu,” tutur Meike. Ia mencontohkan di negara Amerika, kartu Tarot yang biasa ia gunakan saat ini sudah dijadikan pelajaran dalam ilmu psikologi. “Kartu tarot itu hanya sebagai media untuk menyelesaikan masalah seseorang,” ungkap Meike yang menerapkan tarif sebesar Rp 500 ribu per 15 menit konsultasi ini.

Meski sebagian besar klien Meike yang berasal dari kalangan menengah atas perkotaan sangat terpengaruh setelah mendengarkan saran yang keluar dari mulutnya, ia justru menganggap dirinya hanyalah sebagai perantara dari Tuhan. “Saya hanya menyarankan bahwa ini adalah media, saya sebagai perantara,” ungkap Meike. “Tetap semuanya itu kembali kepada Tuhan,” tegasnya mengakhiri perbincangan. Fajar

Side Bar 1…

Mengetahui Dirinya Akan Bercerai Sebelum Menikah

Jauh sebelum menikah dengan suami pertamanya, Meike dengan menggunakan bakat dan kelebihan yang dimilikinya, sudah mengetahui bahwa ia akan bercerai. “Saya sudah bilang ke suami saya waktu itu, kita akan bercerai nantinya,” aku Meike. Menurutnya hidup adalah pilihan. Ia percaya kala itu bercerai masih termasuk dalam pilihan. Dengan bermodalkan kepercayaan itulah, Meike berusaha sekuat tenaga untuk mengubah sikapnya yang dapat memicu perceraian.

Tapi, Meike menganggap takdir dari Tuhan berkata lain. “Walaupun kita sudah berusaha sebisa mungkin, tapi kalau takdir berkata lain, ya apa mau dikata,” papar Meike yang berencana akan kembali ke dunia tarik suara ini. Alhasil, keduanya sepakat untuk bercerai setelah menjalani 12 tahun pernikahan.

Tak hanya mengetahui akan bercerai di masa mendatang, Meike juga bertemu dengan suami keduanya melalui bakat yang ia miliki. “Sebelum saya bertemu dengan suami saya sekarang, saya sudah diberikan gambaran wajah pria di mimpi saya,” tutur Meike. Akhirnya, ia bertemu dengan seorang pria bernama Yahya yang wajahnya sesuai dengan gambaran di mimpinya. Dengan bermodalkan keyakinan itulah, Meike akhirnya memutuskan untuk menikah kembali. Untuk pernikahannya kali ini, ia tak bisa menjawab apakah nantinya akan bercerai atau tidak. “Yang terpenting adalah berbuatlah yang terbaik sekarang agar mendapatkan yang terbaik di masa depan,” kilah Meike. Fajar

Side Bar 2…

Meramalkan Perjodohan Melalui Daun Teh

Daun teh yang telah dimeditasi oleh Meike akan dengan mudah menunjukkan jodoh atau tidaknya satu pasangan. Awalnya daun teh tersebut dimasukkan ke dalam sebuah cangkir. Kemudian, isi cangkir dan daun tehnya dituangkan ke tatakan cangkir. “Daun teh itu akan berbentuk hati bila memang berjodoh,” ungkap Meike yang pernah membuka konsultasi di Park Lane Hotel, Hongkong ini. Sebaliknya, bila tidak berjodoh, daun teh tersebut akan tetap berbentuk hati namun ada retakan di bagian tengahnya. Kondisi tersebut tak dapat dijelaskan secara logika. “Saya juga tidak tahu bagaimana cara kerja daun tehnya,” ujar Meike tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Soal daun teh, Meike mendapatkan bakat tersebut dari sang nenek yang merupakan keturunan India. “Saya sebentar lagi sudah tidak ada, makanya saya ajarkan kamu tentang daun teh,” ujar Meike menirukan omongan sang nenek kala itu. Saat itu, Meike yang masih remaja ‘terpaksa’ untuk mempelajari teknik meramal dengan menggunakan daun teh. “Waktu itu, padahal saya malas-malasan,” ujar Meike sembari tertawa lebar.

Dalam waktu yang relatif singkat, Meike mampu menguasai teknik meramal dengan menggunakan daun teh. Ternyata, seminggu setelah sang nenek mengajarkan teknik meramal tersebut, ia benar-benar meninggal. “Teknik meramal dengan daun teh itu memang sangat sulit,” aku Meike. Daun teh, seperti yang diyakini oleh Meike memiliki energi yang dapat dimanfaatkan untuk meramal masa depan. Menurutnya, semua benda memiliki energi yang tersembunyi. “Semua benda pun pada dasarnya dapat digunakan untuk meramal,” ujar Meike. Fajar

Biodata

Nama lengkap : Meike Rose

Tempat, tanggal lahir : Bogor, 24 Mei 1974

Nama orangtua : Kemal Subadha dan Any Setyawati

Nama suami : Yahya

Nama Anak : Muhammad (9), dan Izabelle Yahya (1)

Pendidikan

SDN Tamansari, Semarang

SMPN 3, Semarang

SMAN 1, Semarang

Hubungan Internasional, Universitas Parahyangan (tidak lulus)


4 comments:

IBU ERSIN Malaysia said...

Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua,SAYA IBU ersin Sengaja ingin menulis
sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang
kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa
Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar
500 JT saya sters hampir bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa
melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu
dengan KI Sunan Jati, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 HARI
saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KI Sunan Jati
kata BELIAU pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan
penarikan uang gaib 2Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti
dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 2M yang saya
minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya
buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada.
Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya
sering menyarankan untuk menghubungi KI Sunan Jati DI NOMOR 082_349_535_132
agar di berikan arahan. jika ingin seperti saya coba hubungi KI Sunan Jati pasti akan di bantu Oleh Beliau

retzy octavia said...

Kenapa hidup saya selalu di timpa kesulitan? Dan saat ini saya di benturkan masalah perselisihan dengan keluarga abang tertua saya,..bagaimana cara jalan keluar yang bisa saya lakukan untuk keluar dari masalah ini ,dan mungkinkah saya akan mendapatkan jodoh lagi,? Yang saya angan angankan adalah jodoh yang benar benar nantinya membuat saya dan anak saya hidup bahagia dan tinggal jauh dari rumah orang tua saya,tempat saya dan anak saya tinggal selama ini

retzy octavia said...

Mungkinkah saya akan mendapatkan jodoh yang saya harapkan selama ini?

retzy octavia said...

Saya ingin bertanya tentang masa depan saya, .bagaimana cara saya bisa menghubungi peramal tersebut