Tuesday, April 6, 2021

Kenal Lebih Dekat dengan Customboxid

 


Bicara soal pengemasan produk, Custombox Indonesia atau Customboxid terbilang sudah sangat berpengalaman. Bayangkan saja, Customboxid punya pengalaman lebih dari 28 tahun melayani ribuan customer, mulai dari perusahaan dengan brand besar hingga pengusaha UMKM yang baru berkembang.

Adalah Dino Johari, sosok yang mengembangkan Customboxid hingga seperti sekarang. Dino, panggilan akrabnya, menawarkan bahan premium bagi para customer Customboxid. Yang pasti bahannya lebih tebal dan berkualitas dibandingkan dengan bahan box biasa. Tak hanya itu saja, customer dapat dengan bebas memesan sesuai bentuk dan ukuran yang diinginkan.

Untuk setiap kebutuhan pengemasan, Customboxid punya solusinya. Customboxid juga menawarkan harga yang bersaing dan cukup terjangkau. Dengan kecepatan produksi dan ketepatan ukuran produk yang presisi, Custombox diminati oleh banyak pelanggan. Tak heran, Customboxid mampu bertahan hingga sekarang sejak didirikan pada tahun 1992.

Tak hanya menawarkan produk boks berkualitas dengan harga terjangkau, Customboxid juga memberikan layanan terbaik kepada customer. Mulai dari pemilihan ukuran, bahan, dan bentuk, Customboxid akan setia mendampingi serta memberi saran sesuai kebutuhan dan keinginan customer.

“Kami berusaha memberikan yang terbaik bagi pelanggan, dengan menawarkan layanan dan produk berkualitas. Pengalaman kami selama 25 tahun dalam bidang pengemasan adalah jaminan kepercayaan bagi semua pelanggan, termasuk para pelanggan baru,” ujar Dino Johari, Owner Customboxid.

Customboxid juga menawarkan pilihan produk ramah lingkungan, bagi pelanggan yang benar-benar peduli terhadap lingkungan. Ini menjadi bukti bahwa Custombox Indonesia tak hanya melulu mengejar keuntungan semata. Tapi juga peduli terhadap kelestarian alam dan bumi, tempat tinggal kita bersama.

Sepertinya tak ada alasan untuk tidak memercayakan pengemasan produk Anda ke Customboxid. Sebab, Custombox Indonesia sudah terpercaya sejak puluhan tahun lalu dengan ribuan desain yang dihasilkan. Bahkan, Anda dapat memesan kotak kemasan dengan jumlah minimum 10 boks. Cukup terjangkau, bukan? Jadi, hubungi kami sekarang juga untuk solusi pengemasan produk Anda!

Thursday, April 9, 2015

Rumah Kupu-kupu Untuk Anak Yatim Piatu


Eits, rumah ini bukan untuk hewan kupu-kupu, lho. Tapi, untuk teman-teman kita di negara tetangga kita, Thailand, yang berstatus yatim piatu. Kenapa disebut rumah kupu-kupu? Mmm... Lihat saja bentuk bagian depan atapnya yang bisa naik turun seperti sayap kupu-kupu. Lucu kan?!
Rumah Kupu-kupu ini dibuat oleh seorang arsitek bernama Andreas G. Gjertsen. Ia bekerja di sebuah organisasi asal Norwegia, TYIN Tegnestue. Uniknya, Rumah Kupu-kupu terbuat dari bambu. Batang bambu dipilih karena mudah didapat dan harganya murah. Maklum saja, di daerah Noh Bo, Tak, Thailand ini banyak sekali pepohonan bambu yang bisa dimanfaatkan.
Atap rumahnya bisa dijadikan saluran udara dan penampungan air hujan sekaligus. Sehingga, Rumah Kupu-kupu ini nyaman ditempati oleh setiap anak yatim piatu. Mereka sengaja diberi tempat tinggal masing-masing, agar setiap anak bisa memiliki tempat pribadi masing-masing.
Di bagian dalam Rumah Kupu-kupu, terdapat dua lantai. Lantai atas digunakan untuk tempat tidur si anak. Tentu saja, semuanya terbuat dari bambu, termasuk tangga yang digunakan. 


Thursday, March 13, 2014

Pulau Terbuat dari Botol Plastik

  
Teks : Fadjar Arianto

Kamu tak percaya membaca judul di atas?! Ini beneran, lho. Seorang pria asal Inggris bernama Richard Sowar benar-benar membuat pulau buatan dari 120 ribu botol plastik. Di atas pulau buatan itu, ia membangun sebuah rumah sebagai tempat tinggalnya.
 
Botol-botol plastik bekas dikumpulkan dan diikat dengan menggunakan jala. Sebagai lantai, Sowar menggunakan bambu dan kayu yang diletakkan di atas botol-botol plastik bekas tersebut. Nah, botol-botol ini berada di bawah air berfungsi sebagai pelampung agar pulau tidak tenggelam. “Sampah bisa menjadi barang berharga,” kata Sowar seperti dikutip Daily Mail.

Selain itu, Sowar yang dikenal sebagai pecinta lingkungan juga memanfaatkan tenaga matahari sebagai sumber listrik di 'rumah' buatannya ini. Rumah pulau yang diberi nama Solar II ini juga lengkap seperti rumah pada umumnya. Ada kamar tidur, toilet, bahkan ada kolam untuk berenang.

Rumah pulau ini sebenarnya adalah karya kedua Sowar. Ia pernah membuat rumah pulau pada tahun 1998, dengan menggunakan 250 ribu botol plastik. Tapi rumah pulau itu hancur berantakan diterpa angin topan Emily yang menghantam Puerta Aventura, Meksiko pada tahun 2005.

Akhirnya, Sowar pun membuat kembali rumah pulau Solar II di Isla Mujeres, perairan Karibia. Wah, apa ia tidak takut kena gelombang tsunami ya??


Madu Termahal di Dunia Harganya Rp 82 juta per Kilogram!


Teks : Fajar Aryanto
      
Madu memang dikenal sebagai makanan yang menyehatkan tubuh. Wajar bila madu asli yang dihasilkan lebah dibanderol dengan harga cukup mahal. Salah satunya adalah madu jenis ‘Elvish’ dari Turki yang merupakan madu termahal di dunia.
Tiap 1 kilogram madu ‘Elvish’ dihargai 6.800 Dollar Amerika atau sekitar Rp 82 juta. Benar-benar mahal, kan?
Harga ‘Elvish’ menjadi mahal karena madu ini hanya ada di dalam gua Saricayir Valley, Turki. ‘Elvish’ berada di kedalaman 1.800 meter di bawah permukaan tanah. Sehingga dibutuhkan pendaki professional untuk mengambil madu ‘Elvish’.
Selain itu, madu ‘Elvish’ terbentuk secara alami oleh sekelompok lebah di dalam gua. Apalagi madu tersebut sudah terbentuk sejak 7 tahun lalu. Sehingga menjadikan ‘Elvish’ sebagai madu berkualitas tinggi karena mengandung banyak mineral.
“Madu Turki adalah yang terbaik di dunia,” ujar Gunay Guduz, seorang peternak lebah yang pertama kali menemukan madu ‘Elvish’. Kira-kira, seperti apa rasa madu termahal di dunia ini ya kids?       

Monday, March 4, 2013

Anjing Militer Perancis Diculik Tentara Taliban!


Teks : Fajar Aryanto

Kids Friend, peperangan memang akan mengakibatkan kerugian. Tak hanya manusia saja yang mengalami kerugian akibat perang, tapi hewan juga. Salah satunya adalah seekor anjing milik militer Perancis ini yang bernama Fitas.
Fitas ditugaskan di Afghanistan untuk membantu tentara Perancis yang sedang bertugas. Sayangnya, dalam sebuah peperangan Fitas justru diculik oleh para tentara Taliban (kelompok yang dianggap sebagai pemberontak di Afghanistan).
Anjing yang berusia 8 tahun ini pun ditahan oleh Taliban. Tentara nasional Afghanistan lalu berhasil membebaskan Fitas setelah 5 bulan ditahan Taliban. Fitas lantas dikembalikan ke tentara Perancis yang menjadi pemiliknya.
Oya, sebelum menjadi anjing militer, seekor anjing harus dilatih selama setahun dengan biaya 40 ribu Dollar atau sekitar Rp 360 juta. Wow, mahal ya! Semoga saja konflik dan peperangan di manapun cepat selesai. Karena damai itu lebih indah, bukan?!

Gadis Cilik Berjari Bionik


Teks : Fajar Aryanto

Gadis berusia 15 tahun ini bernama Chloe Holmes. Ia berasal dari kota Swindon, Inggris. Sejak balita, Chloe harus kehilangan jari-jari tangan kirinya karena infeksi.
Sejak itulah, Chloe tak bisa menggunakan tangan kirinya dengan normal. Akhirnya, kedua orangtua Chloe memutuskan untuk membeli 1 set jari bionik tangan kiri dari sebuah perusahaan di Skotlandia.
Satu set jari bionik tangan kiri ini seharga 38 ribu pounds atau sekitar Rp 515 juta. Wow, mahal ya?! Kedua orangtua Chloe rela mengeluarkan uang sebanyak itu demi kebahagian anaknya.
Jari-jari bionik ini mampu bergerak sesuai keinginan Chloe karena dilengkapi dengan sinyal elektronik. Sinyal-sinyal ini tersambung dengan ujung syaraf di tangan Chloe. Ya, seperti tangan robot!
Seperti diberitakan firstnews.co.uk, Chloe pun senang memiliki jari-jari kembali. “Hal terbaik adalah saya bisa memegang sesuatu,” kata Chloe sambil tersenyum.

Sunday, March 3, 2013

Roller Coaster Tercuram di Dunia

Teks: Fajar Aryanto

Kalau Kamu penyuka wahana yang penuh tantangan, sebaiknya coba naik roller coaster paling curam di dunia ini. Ya, roller coaster yang berada di Fuji-Q Highland Amusement Park, Jepang ini sudah resmi dibuka pada 16 Juli lalu.
Roller coaster ini diberi nama Takabisha. Tinggi maksimum mencapai 43 meter. Jalur trek sepanjang 1000 meter pastinya akan membuat jantung berdebar kencang. Takabisha memiliki 7 lingkaran besar trek yang siap membuat kita melingkar-lingkar pada kecepatan 100 km/jam.

Yang paling istimewa dari Takabisha adalah sudut kecuraman 121 derajat. Sudut kecuraman ini memecahkan rekor dunia sebagai roller coaster paling curam di dunia. Takabisha berhasil mengalahkan roller coaster Mumbo Jumbo di Inggris yang memiliki sudut kecuraman 112 derajat.

Selama 112 detik pula, kita akan diajak naik ke puncak ketinggian dan langsung dihempaskan dengan trek menurun sekaligus melingkar. Hebatnya, kita bisa menikmati pemandangan gunung Fuji dari atas Takabisha. Kamu berani mencoba?!

Wednesday, August 8, 2012

Wow, Ada Kentang Terbang di Angkasa!

Teks : Fajar Aryanto

Kok kentang bisa terbang?! Hihihi... Ini bukan kentang jadi-jadian, lho! Sekitar 60 anak dari Landscove Village Primary School di kota Ashburton, Devon, Inggris, terlibat dalam proyek kentang terbang ini.
Coba lihat penampakan kentang ini. Si kentang didandani dengan kostum Sinterklas dan dimasukkan ke dalam sebuah botol minuman bekas.
Nah, botol ini diberi nama 'Spudnik2'. Nama ini hampir sama dengan nama pesawat mata-mata milik Uni Soviet pada tahun 1957. Spudnik 2 diterbangkan dengan menggunakan sebuah balon udara. 'Pesawat roket kentang' ini juga dilengkapi dengan alat pelacak lokasi (GPS-Global Positioning System) dan sebuah kamera kecil untuk merekam pemandangan bumi dari atas.
Spudnik 2 ternyata mampu mencapai ketinggian 27 kilometer dari permukaan tanah. Balon udara langsung pecah saat berada di angkasa. Spudnik 2 pun melayang-layang dengan bantuan sebuah parasut. Mau tahu jatuhnya di mana? Si kentang jatuh di kota Hampshire, yang berjarak 225 km dari kota Ashburton. Wah, ada 'Kentang Sinterklas' mendarat!!

Harry Potter Telah Tewas!

Teks : Fajar Aryanto

Eh, jangan sedih dulu ya! Harry Potter yang dimaksud bukanlah karakter yang dibuat oleh JK Rowling, lho. Hihihi... Ternyata, ada seorang prajurit kerajaan Inggris yang juga bernama Harry Potter.
Prajurit ini memang telah tewas pada sebuah pertempuran pada tahun 1939. Saat itu, Harry Potter berusia 18 tahun. Tapi usia yang tertulis di makamnya adalah 19 tahun, karena ia mengaku lebih tua setahun ketika mendaftar menjadi tentara.
Makam prajurit Harry Potter berada di kota Ramle, Israel. Sejak 5 tahun lalu, makam Harry Potter sering dikunjungi oleh wisatawan dan para penggemar tokoh Harry Potter-nya JK Rowling. Bahkan pengelola pariwisata kota Ramle memasukkan makam ini sebagai salah satu tujuan wisata bagi para turis.
Jadi, jangan sedih ya! Karena makam ini bukanlah makam seorang penyihir muda berkacamata yang diidolakan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Dua orang bernama Harry Potter ini juga tak ada hubungannya, kok...

Thursday, June 7, 2012

Yuk, Menyumbang Buku Seperti Sarah Dewitz!


Teks : Fajar Aryanto

Seorang gadis cilik bernama Sarah Dewitz benar-benar berhati mulia, lho. Bayangkan saja, ia mempunyai keinginan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tidak bisa membeli buku.
Ide itu muncul saat Sarah membaca artikel di sebuah koran yang menggambarkan kemiskinan di kota Bithlo, yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Akhirnya, gadis berusia 10 tahun ini mendirikan organisasi bernama 'Just 1 Book'.
Tadinya, Sarah berharap mengumpulkan 1 buku dari tiap murid di sekolahnya, Cyprus Springs Elementary di daerah Orange County, Florida, Amerika Serikat. Dengan begitu, ia bisa mengumpulkan 763 buku sesuai dengan jumlah murid. Tapi, ternyata murid-murid di sekolahnya banyak yang menyumbangkan lebih dari 1 buku. Total buku yang dikumpulkan Sarah sebanyak 15 ribu buku.
Akhirnya, buku-buku itu berhasil disumbangkan kepada anak-anak keluarga miskin yang ada di kota Bithlo dan lingkungan tempat tinggalnya. “Jika saya tidak membaca buku, saya tidak akan menjadi anak pintar seperti sekarang,” ujar Sarah di akun Facebook 'Just 1 Book'. Karena itulah, ia ingin anak-anak kurang mampu juga bisa membaca buku agar menjadi pintar. Nah, apa kamu berminat menyumbangkan buku juga?

Caboodle Ranch, Kota Mini Untuk Kucing


Teks : Fajar Aryanto

Craig Grant, seorang pria asal Florida, Amerika Serikat ini pada awalnya tidak menyukai kucing, lho. Gara-gara anak lelakinya, ia kemudian berubah suka terhadap hewan lucu berbulu ini. Ketika sang anak pindah, ia meninggalkan kucing bernama Pepper bersama Craig.
Ternyata, Pepper ini sedang hamil. Tak lama kemudian, Pepper melahirkan 5 ekor anak kucing. Craig pun akhirnya menyukai kucing. Tetapi, kehadiran kucing-kucing ini sempat menimbulkan masalah dengan para tetangga. Craig pun mencari cara untuk menempatkan kucing-kucing ini di tempat yang aman.
Akhirnya, ia menemukan lahan seluas 10 hektar, tak jauh dari tempat tinggalnya di Jacksonville, Florida. Lahan berupa taman itu kemudian diubahnya menjadi kota mini bagi kucing-kucing peliharaannya yang semakin banyak.
Kenapa disebut kota mini? Ya, karena Craig membuat miniatur rumah, yang dilengkapi dengan kolam renang untuk kucing-kucingnya. Di dalam rumah-rumah itu, terdapat rak beralaskan bahan empuk sebagai tempat tidur kucing. Mau tahu berapa banyak kucingnya sekarang? Kini, Craig memelihara sekitar 660 kucing yang dikumpulkannya sejak tahun 2003. Wah, Caboodle Ranch ini benar-benar kota kucing ya.

Wednesday, June 6, 2012

Wah, Ada Gorilla Main Nintendo DS!!


Teks : Fajar Aryanto

Bukan cuma kita saja lho yang suka main games. Hewan gorilla pun ternyata suka bermain games. Nggak percaya?!
Begini ceritanya, beberapa waktu lalu seorang anak kecil menjatuhkan Nintendo DS miliknya saat berkunjung ke kebon binatang San Fransisco, Amerika Serikat. Kebetulan, nintendo miliknya itu jatuh tepat di dalam kandang gorilla.
Nah, seekor gorilla besar bernama Bawang langsung memungut barang temuannya itu. "Gorila itu senang sekali dengan barang temuannya," kata salah satu saksi mata, Christina Spicuzza yang bercerita di blognya.
Si Bawang lantas membawa Nintendo DS dengan cara digigit. Setelah dirasa cukup aman, ia asyik memainkan game yang mengeluarkan bunyi-bunyian. Hanzai, anak si Bawang berusaha merebut Nintendo DS itu. Tapi Bawang tak mau memberikan kepada anaknya tersebut.
Akhirnya, seorang petugas kebon binatang meminta Bawang mengembalikannya. Ia menawarkan apel merah yang segar. Bawang pun mengembalikan barang temuannya itu dan memakan apel sebagai imbalan. Nasib Nintendo DS-nya?? Ternyata masih bisa dipakai walaupun berlumuran air liur gorilla.

Nao, Robot Cilik yang Punya Emosi


Teks : Fajar Aryanto

Siapa bilang robot tidak bisa marah, sedih, takut atau pun gembira?! Yuk, kita kenalan saja dengan robot cilik bernama Nao ini. Ia bisa menunjukkan berbagai ekspresi seperti anak kecil.
Saat sedih, Nao akan mengangkat kedua bahunya perlahan. Saat ia ingin memeluk, Nao akan mengangkat kedua tangannya seakan-akan mengajak kita untuk berpelukan. Ekspresi 'perasaaan' Nao memang hampir mirip dengan anak berusia 1 tahun. Bila diperlakukan dengan baik, Nao akan memberikan imbalan berupa kasih sayang dan ekspresi kebahagiaan.
Mesin Nao dirancang untuk mampu mendeteksi emosi manusia di dekatnya. Ia kemudian mempelajari bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan bisa membaca suasana hati kita dari waktu ke waktu.
Robot Nao diciptakan oleh Lola Canamero, seorang ilmuwan komputer dari University of Hertfordshire, Inggris. Ia memasukkan aturan dasar 'baik' dan 'buruk', serta 'sedih' dan 'bahagia' ke dalam sistem robot. Canamero percaya robot Nao akan sangat berguna bagi manusia di masa mendatang. Mau berteman dengan Nao?

Fisimi, Boneka 'Barbie' Asli China


Teks : Fajar Aryanto

Teman, ternyata negara China tak mau kalah dengan Amerika Serikat, lho. Bahkan, soal boneka sekalipun. Boneka Barbie yang sudah terkenal di penjuru dunia memang berasal dari Amerika Serikat. Nah, China juga meluncurkan boneka yang menggambarkan kebudayaannya sendiri.
Nama boneka itu adalah Fisimi. Kata “Fisimi” berasal dari bahasa Mandarin yang terdiri dari dua kata, yakni “Fi” dan “Minzu”. Fi artinya fifty six (lima puluh enam) yang menandakan jumlah 56 kelompok suku yang ada di China. Sedangkan, Minzu artinya adalah Suku.
Kata “Fisimi” dalam bahasa Mandarin berarti berkah atau berbagi keberuntungan. Seperti diberitakan China Daily, Boneka Fisimi ini dibuat agar anak-anak China mengenal sekaligus menyukai kebudayaan tradisional dari dalam negeri.
Lihat saja penampilan Fisimi! Boneka ini berbentuk gadis cilik berambut panjang dengan pakaian tradisional China. Selain itu, Fisimi juga memakai kalung-kalung yang merupakan aksesoris asli China.
Dengan tinggi boneka sekitar 40 cm, Fisimi memang hampir mirip dengan boneka Barbie. Tapi dengan mengenakan pakaian tradisional asli China. Sekilas, wajah Fisimi juga mirip dengan Mulan, tokoh kartun gadis cilik asal China yang pernah muncul beberapa waktu lalu. Nah, kalau boneka 'Barbie' asli Indonesia mana ya??

Friday, May 25, 2012

Mamofuku Ando Mantan Napi, Si Pencipta Mie Instan


Teks: Fajar Aryanto

Kids friend, menurut kalian, makanan apa yang paling gampang dimasak? Sebagian besar dari kalian pasti menjawab mie instan. Ya, mie instan memang banyak disukai orang karena kemudahannya dalam memasak. Cukup direbus dan ditambah bumbu instan, mie pun siap disantap. Sangat mudah, bukan?!
Mungkin kita harus berterimakasih kepada Mamofuku Ando, orang Jepang keturunan Taiwan yang lahir pada tahun 1911 ini. Karena dialah si pencipta mie instan.

Usia 3 Tahun
Sejak usia 3 tahun, Mamofuku Ando memang sudah dibiasakan membantu Neneknya mengurus rumah. Saat dewasa, Ando kemudian menjalani pekerjaan sebagai seorang pedagang pakaian rajutan. Usahanya pun berjalan maju. Malangnya, Ando dituduh melakukan korupsi sehingga dia harus dijebloskan ke dalam penjara selama 2 tahun.
Pada tahun 1950-an, Jepang dilanda krisis pangan. Sehingga, Amerika Serikat pun berusaha membantu dengan mengirimkan gandum dalam jumlah yang banyak. Akibatnya, harga tepung terigu menjadi murah. Bahan tepung terigu yang berlebih tersebut banyak dibuat menjadi mie.

Keluar Penjara
Ando yang baru keluar dari penjara, memiliki ide untuk menciptakan mie yang bisa dimasak dengan cepat dan mudah. Tahun 1958, mie instan buatan Ando ditawarkan ke sebuah toko. Ternyata, mie instan tersebut laku keras. Pada Desember 1958, Ando mendirikan sebuah perusahaan bernama Nissin Foods. Sejak saat itu, Ando banyak melakukan perbaikan terhadap mutu mie instan buatannya.
Tahun 1988, di usianya yang menginjak 77 tahun, Ando mendirikan sebuah bangunan yang diberi nama Istana Mie di Jepang. Di Istana Mie itu terdapat beberapa restoran mie, tempat disko, dan museum mie instan.

Hebatnya, Mobil-mobil Buatan Dalam Negeri!


Teks : Fajar Aryanto

Siapa bilang Indonesia tidak bisa memproduksi mobil sendiri?! Nih, ada buktinya, lho! Mobil-mobil ini merupakan karya anak bangsa. Yuk, kita simak...
  1. Mobil Kancil
Bagi kamu yang tinggal di Jakarta, pasti sering melihat kendaraan mungil ini berlalu lalang di jalanan ibukota. Ya, mobil ini bernama Kancil, yang artinya Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah. Kancil memang diproduksi untuk menggantikan angkutan umum bajaj (buatan India) yang sudah lama beredar di Jakarta.
  1. Mobil Esemka
Kenapa namanya Esemka? Karena mobil ini dibuat oleh para siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Wah hebat ya kakak-kakak yang bersekolah di SMK! Mereka mampu merakit sekaligus merancang mesin dan body mobil seharga Rp 80 juta ini. 
 
  1. Mobil Komodo
Nah, kalau mobil ini memang sesuai dengan hewan bernama komodo. Mobil Komodo bisa diajak melewati jalanan aspal, lumpur, dan jalanan lain yang sulit dilewati oleh mobil biasa. Tak heran, mobil yang cuma mampu mengangkut 2 orang penumpang ini diberi nama komodo, hewan kebanggaan Indonesia.
  1. Mobil Tawon
Sekilas, mobil Tawon mirip dengan mobil Kancil. Tapi, kemampuan mesin dan muatan penumpangnya lebih baik daripada mobil Kancil. Mobil Tawon bisa diajak ngebut hingga kecepatan 85 km/jam dan bisa memuat 4 orang penumpang. 
 
  1. Mobil Arina
Arina merupakan singkatan dari Armada Indonesia, sebuah perusahaan dari Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah. Keunggulan mobil ini sangat irit bahan bakar, lho. 1 liter bensin bisa dipakai untuk menempuh perjalanan sepanjang 40 km.
  1. Mobil GEA
GEA adalah singkatan dari Gulirkan Energi Alternatif. Kenapa disebut begitu? Karena mobil ini berbahan bakar gas yang dijamin ramah lingkungan. 


 
  1. Mobil Wakaba
Wakaba juga punya kepanjangan, Wahana Karya Bangsa. Mobil imut ini dibuat oleh para peneliti dari Universitas Pasundan, Bandung. Wakaba memang dibuat untuk menempuh low speed atau kecepatan rendah.


  1. Mobil Marlip
Marlip tak kalah hebatnya dengan mobil buatan dalam negeri lainnya. Marlip (Marmut Listrik LIPI) ini dibuat oleh para peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI. Kendaraan ini berbahan bakar listrik, sehingga ramah lingkungan karena tidak ada asap yang keluar dari knalpotnya.

Ambulans Khusus Anak-Anak



Teks: Fajar Aryanto

Sebuah rumah sakit di daerah Carolina Utara, Amerika Serikat, memiliki ambulans yang unik. Kenapa dibilang unik?! Karena ambulans tersebut sengaja didesain khusus untuk kebutuhan pasien anak-anak.

Coba saja lihat tampilan luar ambulans ini. Ada gambar anak kecil tersenyum di kedua sisi luar ambulans tersebut. Selain itu, di bagian dalam ambulance terdapat tempat tidur dilapisi kulit khusus yang nyaman bagi anak-anak.

Dengan begitu, anak-anak akan merasa nyaman berada di dalam ambulans meski perjalanan yang ditempuh cukup jauh. Ambulans tersebut juga dilengkapi dengan DVD player, sehingga anak-anak yang tengah sakit bisa mendapatkan hiburan film dari koleksi DVD yang disediakan.

Ukuran segala macam peralatan yang berada di dalam ambulans pun disesuaikan dengan ukuran tubuh anak-anak. Untuk setiap ambulans khusus anak-anak ini, biaya yang harus dikeluarkan sebesar 120 ribu pounds atau sekitar Rp 1,5 miliar. Wow, mahal ya!!

Payung, Bentuk Kasih Sayang Luban Kepada Istrinya


Teks: Fajar Aryanto

Untuk melindungi dari hujan dan panas, apa yang kamu pakai hayoo?! Ya, tentu saja payung kan... Ternyata payung sudah diciptakan sejak 3500 tahun yang lalu di negeri China.
Banyak legenda rakyat yang menceritakan tentang asal usul payung diciptakan. Salah satunya adalah tentang seorang ahli pertukangan bernama Luban di Tiongkok. Setiap hari, istri Luban selalu mengantarkan makanan untuk Luban yang sedang bekerja.
Istri Luban yang bernama Yun ini seringkali kehujanan ketika mengantarkan makanan kepada Luban. Luban yang sangat peduli dan sayang kepada istrinya tersebut, kemudian mencari cara agar istrinya tidak kehujanan.

Payung Pertama di Dunia
Dengan menggunakan bahan-bahan sederhana, Luban akhirnya menciptakan payung pertama di dunia. Ia menggunakan kain dan kertas yang sudah dilapisi lilin agar tahan air. Sejak saat itu, payung menjadi benda yang sering digunakan di China. Apalagi, di negeri berpenduduk terbanyak di dunia itu, payung tak cuma berfungsi sebagai pelindung panas dan hujan saja, lho. Payung juga dijadikan sebagai simbol kekuasaan dan status si pemiliknya.
Tak heran, payung sering digunakan pada upacara adat di China. Pertengahan abad ke-18, payung dibawa oleh para pengusaha ke Inggris. Hadir pula, toko payung pertama bernama “James Smith and Sons” pada tahun 1830 di Inggris. Sampai sekarang pun, toko yang terletak di 53 New Oxford Street, London, Inggris ini masih tetap berjualan payung. Jadi, sedia payung sebelum hujan ya!

Tuesday, June 29, 2010

Syarifah Khalida, Pemilik Toko Kue Online www.kotakkue.com

Dengan Modal Awal Rp 200 Ribu, Raup Omset Rp 30 Juta Per Bulan

Sejak masih gadis, Syarifah Khalida bercita-cita ingin memiliki toko kue sendiri. Akhirnya, setelah menikah dan memiliki satu anak, ia memberanikan diri untuk berjualan kue meski pada awalnya tak bisa membuat kue. Dengan modal awal Rp 200 ribu, kini Syarifah Khalida mampu menangguk omset Rp 30 juta per bulan dari bisnis kue yang dijalaninya. Lalu bagaimana kisah ibu satu anak yang menyebut dirinya sebagai tukang kue ini?

Suasana sebuah rumah di kawasan Tebet Timur Dalam, Jakarta Selatan itu nampak sedikit berantakan. Di teras rumah, sebuah oven berukuran besar berdiri tegak seakan-akan menyambut setiap tamu yang berdatangan. Tak ada papan nama di depan rumah yang menunjukkan sang pemilik rumah tersebut berjualan kue. Kendati begitu, hampir setiap orang di daerah Tebet Timur sudah mengenal bahwa Ida-panggilan akrabnya-merupakan seorang penjual kue yang handal.

Ida bukanlah seorang pemilik toko kue besar yang terletak di tepi jalan dan siap menarik calon pembeli melalui berbagai kue lezat di display tokonya. Meski demikian, ia justru patut berbangga hati dengan usaha kuenya yang mampu mendatangkan omset lebih dari Rp 1 juta per hari. Pasalnya, Ida berjualan di dunia maya alias internet. “Dulu, modal saya cuma Rp 200 ribu,” ungkap Ida memulai pembicaraan dengan realita pada Rabu (2/12) lalu.

Pada awalnya, Ida mengaku tak bisa membuat risol atau kue sama sekali. Namun, keinginan mendirikan toko kue sebenarnya sudah terpendam sejak lama. Suatu hari pada pertengahan tahun 2007, Ida tak sengaja melihat sebuah toko kue saat hendak pergi bekerja. Kala itu, ia memang masih bekerja sebagai seorang guru Taman Kanak-kanak (TK). “Dari dulu, saya memang bermimpi punya toko kue,” aku Ida dengan bersemangat. Ida lantas memberanikan diri untuk mendatangi sebuah toko kue kecil tak jauh dari stasiun, tempat ia biasanya menggunakan kereta untuk berangkat kerja. Ia bertanya kepada pemilik toko, tentang keinginannya untuk menitipkan kue-kue buatannya di toko tersebut. “Padahal kemampuan saya membuat kue itu nol,” ujar wanita kelahiran 22 Juni 1980 ini.

Belajar Membuat Kue. Pada malam harinya, Ida pun mengutarakan keinginannya untuk berjualan kue. Sang suami, Agung Nugroho (36) kemudian menyarankan istrinya tersebut untuk berjualan di internet. Untuk mewujudkan keinginannya itu, Ida kemudian berusaha keras untuk belajar membuat penganan risol. Sebagai seorang pemula, Ida berkali-kali menemui kegagalan dalam memasak risol. Namun, berkat kerja kerasnya, ia berhasil membuat risol dan mencoba menawarkan ke beberapa keluarga dekatnya. Ternyata, risol buatannya tersebut dinilai enak oleh keluarga dekat dan teman-temannya. Bermodalkan keahlian yang tak seberapa itulah, Ida pun mulai menawarkan produknya di blog pribadinya.

Beruntung bagi Ida, ada salah seorang temannya di dunia maya memesan risol sebanyak 55 buah dengan harga Rp 3 ribu per buah. Sempat dirasuki rasa tak percaya karena ada pesanan yang datang kepadanya, Ida pun bersemangat untuk memasak risol. Semalaman, dari jam 9 malam hingga jam 4 pagi, ia memasak risol. “Karena belum terbiasa, jadi terkadang kulitnya itu sering terlalu tebal atau robek saat digoreng,” kenang wanita yang menghabiskan masa remajanya di Bandung ini. Pagi harinya, pesanan 55 buah risol dengan isi telur dan smoked beef itu pun dikirim kepada pelanggan pertamanya tersebut. Tak disangka, ternyata temannya itu sangat menyukai rasa risol buatannya. Bahkan seminggu kemudian, ia kembali memesan risol sebanyak 100 buah.

Risol Kribo. Seorang diri, Ida kembali memasak risol untuk pesanan keduanya. Seiring berjalannya waktu, pesanan risol bernama 'risol kribo' ini semakin bertambah banyak. Tak puas hanya berjualan penganan risol, Ida memutuskan untuk mulai memproduksi makanan lainnya. “Saya memutuskan untuk membuat cake,” ujar Ida singkat. Lagi-lagi, keterbatasan kemampuan memasaknya, ia pun ikut dalam kursus membuat sekaligus menghias cake. Setelah merasa percaya diri karena telah dibekali pengetahuan dasar dalam membuat cake, akhirnya Ida kembali mempromosikannya di blog internet.

Pesanan cake akhirnya datang juga. Salah satu teman Ida memesan cake untuk perayaan ulang tahun anaknya. Kue yang berukuran 40 cm x 40 cm tersebut dikerjakan Ida dari jam 6 sore hingga jam 6 pagi. Whip cream yang dilumuri di permukaan kue kerapkali tidak rata, sehingga Ida harus mengulangnya berkali-kali. Setelah dirasa cukup baik, pada pagi harinya kue tersebut diantarkan kepada sang pelanggan. Kabar tentang enaknya penganan dan cake buatan Ida kemudian tersebar luas di internet. Alhasil, pesanan pun semakin bertambah banyak. Dengan sedikit demi sedikit keuntungan, Ida mulai membeli segala macam peralatan memasak kue yang lengkap. Pasalnya, peralatan yang lama sudah tak mampu lagi melayani pesanan yang makin lama makin bertambah.

Ida lantas mengubah caranya berpromosi. Media promosi yang pada awalnya melalui blog pribadi, kemudian dipindahkan ke web yang dikhususkan untuk berjualan kue. Web bernama www.kotakkue.com dipilih karena menurut Ida, mudah diingat dan kue-kue yang dipesan biasanya dikirimkan dengan menggunakan kotak. Kotak Kue pun dipilih sebagai merek toko kue online miliknya. Sang suami sangat membantu dalam mendesain www.kotakkue.com. Tiga bulan sejak Januari 2008 saat web tersebut diluncurkan, pesanan semakin bertambah banyak. Akibatnya, Ida semakin disibukkan dengan membuat kue pesanan. Meski dibantu oleh dua orang karyawannya dan ditambah dua orang lagi bila dibutuhkan, Ida mengaku merasa kerepotan dengan pesanan yang semakin menggila. “Saya semakin kewalahan menerima pesanan yang bertambah banyak,” ujar ibu dari Nadiv Rafi Nugroho (3) ini.

Setelah mempertimbangkan dengan matang, Ida kemudian memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai guru TK dan memilih untuk menseriusi usaha kuenya. “Setelah setahun memulai bisnis kue ini, saya resign dari pekerjaan,” cerita anak pertama dari empat bersaudara ini. Wanita lulusan IKIP Bandung (sekarang UPI, red) ini pun secara total mengurusi bisnis kuenya. Berbagai produk makanan baru mulai ditambah dan ditawarkan di internet. Mulai dari risol kribo, lumpur keju, cupcake chocochip, fruit pie, hingga cake berukuran besar yang dapat dimodifikasi sesuai pesanan dan selera si pemesan. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 3.500 hingga ratusan ribu rupiah untuk cake dengan berbagai ukuran dan bentuk yang menarik. Semakin rumit dan menarik cake yang dibuat, maka semakin mahal harga yang dikenakan terhadap cake tersebut. Yang membedakan Kotak Kue dengan toko kue lainnya, adalah cake buatan Ida dapat dimodifikasi sesuai dengan pesanan sang pelanggan.

Meski berjualan di dunia maya, Ida mengaku tak mengalami kesulitan yang cukup besar dalam menawarkan produk makanannya. Pasalnya, bila ada calon pembeli yang ingin mencicipi rasa dari kue buatannya, ia mempersilakan calon pembeli tersebut untuk datang ke rumahnya. Tak hanya itu saja, para calon pembeli juga dapat memesan sesuai selera masing-masing melalui saluran telepon. “Biasanya sih ada orang yang tak percaya dengan toko online,” ungkap Ida. “Tapi toko online itu adalah bisnis kepercayaan,” lanjutnya tegas. Sejauh ini, ia pun mengaku tak pernah ada masalah besar dalam menjalankan toko kue online miliknya tersebut.

Omset Lebih dari Rp 30 Juta per Bulan. Kini, rata-rata pesanan cake dalam sehari sekitar 3 atau 4 buah cake berukuran besar. Selain itu, pesanan risol kribo dan penganan lainnya juga tak pernah berhenti datang. Alhasil, Ida pun menangguk keuntungan dari bisnis kuenya itu. Dalam sebulan, ia mampu mencatatkan omset minimal Rp 30 juta per bulan. Dengan dibantu dua karyawan yang digaji sekitar Rp 600 ribu ditambah bonus bulanan, Ida menjalani roda bisnis kuenya tersebut. Ida merasa dengan berbisnis kue ini, ia dapat meluangkan waktu lebih banyak di rumah sembari membuat kue pesanan. Rafi, anak semata wayangnya pun mendapatkan perhatian yang lebih banyak ketimbang sebelumnya, saat Ida masih bekerja. Terlebih lagi, apa yang dilakoni Ida ini sangat didukung oleh Agung Nugroho, suami yang menikahinya sejak tahun 2005. Bahkan, tak jarang berbagai macam ide muncul dari sang suami.

Dari perjalanan bisnis kue miliknya ini, Ida juga dapat mengambil banyak pelajaran. “Bisnis itu nggak perlu modal besar,” ujar wanita yang numpang lahir di Solo ini. Menurutnya, berbisnis dapat dimulai dengan peralatan yang sudah ada. Dengan modal minim ditambah dengan keahilan, Ida yakin semua orang dapat berbisnis dengan mudah, termasuk ibu-ibu di rumah. “Jangan pernah takut untuk memulai dan mencoba,” ujar Ida. “Kalau nggak pernah mencoba, kita nggak akan pernah tahu kita bisa atau nggak,” lanjutnya menjelaskan. Ida sendiri memiliki keinginan untuk mendirikan toko kue. Namun, keinginan tersebut dirasa masih jauh berada di depan. Pasalnya, ia mengaku dengan membuka toko kue online, justru memberikan banyak keuntungan. Ida tak perlu mengeluarkan uang untuk menyewa atau membeli bangunan dan membuat banyak contoh kue sebagai pajangan di toko.

Kalau sekarang kan, hanya sesuai dengan pesanan,” ujar Ida sembari tersenyum. Selain berbisnis kue, ternyata Ida juga sempat ditawari oleh sebuah perusahaan penerbit untuk menerbitkan sebuah buku tentang cara membuat dan menghias cake. Akan tetapi, Ida masih belum memiliki banyak waktu untuk merealisasikan seperti apa yang dilakukan sang suami, yang telah menerbitkan buku berjudul Ocehan Si Mbot, Gilanya Orang Kantoran. “Nanti dulu deh kalau untuk menerbitkan buku, saya masih kewalahan dalam menerima pesanan,” tutur mantan guru TK Discovery Centre ini. Fajar



Sri Ratnasari Mardiana Puspaningrum, Kepala Stasiun Tanjung Barat Jakarta Selatan

Stasiun Menjadi Bersih dan Teratur Sejak Dipimpinnya

Mengaku sebagai wanita tomboy dan suka tantangan, Sri Ratnasari Mardiana Puspaningrum akhirnya mampu menjadi seorang pemimpin di sebuah stasiun kereta api Jabodetabek. Berkarir di PT KAI sejak tahun 1993, ia mampu membuktikan kemampuannya dan menapaki karir hingga menjadi seorang kepala stasiun. Baginya, memimpin sebuah stasiun kereta api merupakan sebuah kebanggaan. Terlebih lagi, ia merupakan wanita satu-satunya yang menjadi kepala stasiun. Lalu, bagaimana perjalanan hidup ibu dua anak ini?

Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, telah berubah wajah sejak beberapa bulan yang lalu. Pedagang kaki lima (PKL) yang biasa ditemui di sekitar stasiun sudah tak nampak lagi. Sampah yang berserakan di lantai stasiun pun tidak terlihat. Beberapa tong sampah telah tersedia di tiap sudut stasiun. Para calon penumpang juga tak bisa sembarangan merokok di area stasiun. Faktor keamanan penumpang mulai terjamin dengan dipasangnya beberapa kamera CCTV dan petugas keamanan yang selalu sigap di area stasiun yang termasuk dalam golongan stasiun kelas 2 ini.

Sebagai stasiun kereta api percontohan, Stasiun Tanjung Barat memang telah membuktikan perbedaannya ketimbang stasiun lain yang masih terlihat kotor dan tidak beraturan. Tak ada yang menyangka perubahan tersebut dimotori oleh seorang wanita yang menjadi kepala stasiun Tanjung Barat sejak bulan Maret lalu ini. Dialah Sri Ratnasari Mardiana Puspaningrum, wanita lulusan SMA yang telah memiliki dua anak laki-laki. “Saya merasa terharu sekaligus bangga diangkat menjadi seorang kepala stasiun,” ungkap Ninuk-panggilan akrabnya-kepada realita.

Wanita kelahiran 15 Maret 1975 ini merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Sang ayah, (Alm.) R.S. Djamaludin adalah pria asli Bandung yang bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah rumah sakit di daerah Jakarta Pusat. Sedangkan ibunya, Harsini (59), wanita asli Solo yang berperan sebagai ibu rumah tangga. Ninuk tumbuh menjadi sosok gadis yang tomboy karena dikelilingi ketiga kakaknya yang kesemuanya adalah laki-laki. “Jadi saya sudah terbiasa berada di lingkungan laki-laki,” ujar Ninuk singkat.

Kondektur Kereta Parahyangan. Wanita kelahiran Jakarta ini dibesarkan di daerah Depok, Jawa Barat. Setelah menamatkan pendidikannya di SDN 8 dan SMPN 2, Depok, Ninuk melanjutkan ke SMAN 97, Jakarta. Setamatnya SMA pada tahun 1993, Ninuk sempat berkeinginan untuk melanjutkan kuliah. Sayangnya, ia tak lulus seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN). Kendati begitu, Ninuk tak patah arang dalam merajut impiannya di masa mendatang. Setelah mengetahui ada lowongan di PT KAI (Kereta Api Indonesia), ia pun mencoba melamar pekerjaan sebagai seorang kondektur wanita. Kala itu, profesi sebagai kondektur wanita di PT KAI masih tergolong baru dan memasuki angkatan kedua. “Saya juga baru tahu kalau ada kondektur wanita,” kenangnya sembari tertawa lebar. Pada awalnya, kedua orangtua Ninuk menentang anak bungsunya bekerja sebagai kondektur kereta api. “Awalnya mereka khawatir dan menentang, tapi karena saya bisa meyakinkan orangtua, akhirnya ya setuju,” papar Ninuk.

Dari 462 orang yang melamar, Ninuk menjadi salah satu dari 21 orang yang diterima sebagai seorang kondektur. “Karena saya suka tantangan, ya saya coba,” ungkap Ninuk. Ia lantas ditempatkan di Daop II, Bandung. Ninuk menjadi kondektur wanita untuk kereta api Parahyangan jurusan Jakarta-Bandung. Ia mengaku menikmati profesinya sebagai seorang kondektur. “Saya banyak bertemu dengan orang baru yang menjadi penumpang,” ujar Ninuk.

Tahun 1997, ia dimutasi ke stasiun Gambir, Jakarta Pusat menjadi seorang staf tata usaha hingga tahun 2007. Ninuk kemudian dipindahkan ke bagian perbendaharaan di stasiun yang sama hingga tahun 2008. “Saya menghabiskan waktu yang cukup lama di stasiun Gambir,” aku Ninuk.

Tantangan Menjadi Kepala Stasiun. Barulah pada awal tahun 2008, PT KAI Commuter Jabodetabek, anak perusahaan PT KAI yang mengelola jalur transportasi di seputar Jabodetabek, membuka kesempatan bagi karyawannya untuk menjadi kepala stasiun. Ninuk pun dipromosikan untuk mengikuti seleksi yang diadakan oleh pihak manajemen. Dari 9 orang yang mengikuti seleksi, Ninuk merupakan satu-satunya perempuan. Tak disangka, ia lolos seleksi beserta 6 orang lainnya yang kesemuanya adalah laki-laki.

Saya merasa bangga karena dapat mewakili para wanita,” tutur wanita yang masih nampak awet muda ini. Sebelumnya, belum pernah ada seorang wanita yang menjabat kepala stasiun. Ninuk menjadi wanita pertama yang diangkat sebagai seorang kepala stasiun. “Saya berharap di masa mendatang, ada junior-junior saya yang mampu meneruskan menjadi kepala stasiun,” harap wanita yang suka mendengarkan lagu-lagu band White Lion ini. Ia dilantik sebagai kepala stasiun pada 23 Mei 2008. Kali pertama, Ninuk menjadi kepala stasiun Universitas Pancasila hingga 20 Maret 2009. Ia lantas dipindahkan ke stasiun Tanjung Barat dan kemudian dijadikan sebagai stasiun percontohan.

Awalnya, ada sebagian orang yang meragukan kemampuannya menjadi seorang kepala stasiun. Namun, Ninuk berusaha membuktikan bahwa ia mampu bertanggung jawab dalam mengatur stasiun kereta api yang dipimpinnya. “Sebenarnya pekerjaan ini, wanita pun bisa,” ungkap Ninuk dengan tegas. Ia sendiri sangat berperan dalam menata pengelolaan dan kebersihan area stasiun yang dijadikan percontohan ini. Ninuk membawahi 34 karyawan, dengan komposisi 1 orang perempuan dan sisanya adalah laki-laki.

Menurut Ninuk, mengelola 34 karyawan stasiun yang sebagian besar adalah laki-laki, merupakan suatu tantangan tersendiri. “Itu adalah seni,” ujarnya tersenyum simpul. Awalnya, ia juga sempat merasa ragu dengan kemampuannya dalam memimpin bawahan yang hampir semuanya adalah laki-laki. “Di sini saya tidak merasa sebagai pemimpin,” ujar Ninuk. “Justru saya berusaha menghapus jarak antara bawahan dan atasan,” lanjutnya menjelaskan. Alhasil, ia mampu menerapkan kedisiplinan yang tinggi terhadap para bawahannya tersebut. Berkat kepemimpinannya, Ninuk berhasil mengubah para bawahannya untuk berperilaku disiplin dalam bekerja. “Bagaimana kita bisa mengubah perilaku penumpang, sebelum kita mengubah perilaku SDM di stasiun sendiri,” paparnya penuh semangat.

Kepala Stasiun yang Bawel. Ninuk sendiri mengaku bahwa dirinya adalah sosok pemimpin yang 'bawel'. “Ya bawel untuk kepentingan kita bersama sih nggak apa-apa ya,” kilah Ninuk. Ia akan sangat cerewet bila keindahan dan kebersihan stasiun tidak dijaga dengan baik, oleh penumpang dan karyawannya sendiri.

Sebagai seorang kepala stasiun, Ninuk juga sangat mengkhawatirkan perilaku para calon penumpang yang tak membeli tiket. “Saya sangat ironis ada calon penumpang yang tak membeli tiket atau menggunakan kartu abudemen yang tak berlaku lagi,” papar Ninuk. Ia sendiri mengaku seringkali menangkap basah penumpang yang tidak berperilaku disiplin. “Penumpang yang seperti itu kan sudah tidak jujur kepada dirinya sendiri,” ujar pemegang prinsip 'jadilah diri sendiri' ini. Tak hanya itu saja, perilaku penumpang yang membuang sampah sembarangan pun sangat disayangkan oleh Ninuk. “Kan sudah disediakan tong sampah,” kilah Ninuk.

Telah menjadi seorang kepala stasiun, tak membuatnya merasa sukses. Baginya, masih panjang perjalanan yang harus ditempuh sebagai seorang kepala stasiun. “Mempertahankan itu kan lebih susah,” ujar Ninuk tegas. Selain itu, dalam kehidupan pribadi, Ninuk memiliki keinginan terpendam sejak lama. “Saya ingin melanjutkan kuliah,” ujar Ninuk. Ia menyadari pendidikan dan wawasan sangatlah penting. Hal itulah yang kemudian sangat mendorong dirinya untuk segera duduk di bangku kuliah. “Tapi saya masih bingung mau kuliah di mana dan mengambil jurusan apa,” ujarnya kebingungan. Targetnya, tahun depan ia sudah bisa kuliah tanpa meninggalkan pekerjaannya sebagai seorang kepala stasiun.

Ke depannya, Ninuk juga ingin berbuat yang lebih banyak untuk kepentingan perusahaan dan penumpang kereta api. Ia juga merasa senang dengan banyaknya antusias dari karyawan KAI wanita yang ingin menjadi kepala stasiun seperti dirinya. “Saya sangat senang karena saya dapat memberi motivasi bagi para junior saya,” ujar Ninuk mengakhiri pembicaraan. Fajar

Side Bar...

Sering Mengajak Kedua Anaknya ke Stasiun

Sebagai seorang kepala stasiun, waktu kerja terkadang tak dapat dipastikan dengan tepat. “Hari Sabtu dan Minggu pun kalau memang ada yang penting, ya saya harus datang,” aku Ninuk. Alhasil, ia pun terkadang harus merelakan waktu keluarganya untuk pekerjaan. Beruntung baginya, karena kedua anaknya, Muhammad Roza Nouval (11) dan Muhammad Dhia Zufar (6) mengerti terhadap pekerjaan ibunya. Bahkan, Ninuk seringkali mengajak kedua anaknya ke stasiun Tanjung Barat. “Kalau hari Sabtu atau Minggu, saya sering mengajak ke sini dan jalan-jalan naik kereta,” ujar Ninuk yang mengakhiri masa lajangnya pada tahun 1997 ini. Biasanya, kedua anaknya itu menumpang kereta menuju kota tua dan balik lagi ke Tanjung Barat. “Mereka senang saja naik kereta,” aku Ninuk.

Dukungan keluarga pun diakui Ninuk sangatlah besar dalam karirnya. Sang suami yang bekerja sebagai karyawan swasta sangat bangga dengan karir istri yang mampu menjadi kepala stasiun wanita pertama di Indonesia. “Keluarga sangat mendukung,” ujar Ninuk singkat.

Kendati disibukkan dengan pekerjaannya mengurus kereta api, Ninuk juga tak melupakan perannya sebagai seorang ibu dari dua anak. “Saya ingin anak-anak saya bisa menjadi 'orang' di masa depan,” harap Ninuk. Ia menyadari bahwa dalam mendidik anak, sudah tak bisa dengan cara otoriter. Menurutnya, anak sekarang tak bisa dipaksakan seenaknya. Bila dipaksakan, maka anak justru akan membangkang. Tak heran, ia sangat membebaskan keinginan anak-anaknya. “Terserah mereka mau menjadi apa,” ujarnya singkat.

Bila Hari Ibu tiba, Ninuk mengaku pada hari itu biasanya merupakan hari bebas bagi dirinya melakukan pekerjaan rumah tangga di rumah. “Sudah ibu diam saja, biar kita yang mengerjakan,” ujar Ninuk sembari menirukan omongan anaknya. Menurutnya, hal tersebut merupakan kado yang paling indah saat merayakan Hari Ibu. Karena merupakan cerminan rasa sayang kedua anak kepada dirinya, sebagai ibu. Fajar